Jokowi Keluhkan Realisasi Stimulus Kesehatan, Ini Jawaban Sri Mulyani

Suparjo Ramalan · Senin, 29 Juni 2020 - 15:00 WIB
Jokowi Keluhkan Realisasi Stimulus Kesehatan, Ini Jawaban Sri Mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: AFP)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) di sektor kesehatan mencapai 4,68 persen atau Rp 4,06 triliun. Total anggaran untuk stimulus kesehatan tercatat Rp 85,77 triliun.

Hal ini sekaligus merespons keluhan Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas lambatnya penyaluran PEN, khususnya di bidang kesehatan yang baru 1,53 persen dari total anggaran. "Update mengenai PEN untuk kesehatan mencapai 4,68 persen," ujar Sri Mulyani, Senin (29/6/2020). 

Namun, Sri Mulyani tidak menjabarkan secara detail tentang penggunaan uang dalam realisasi PEN di sektor kesehatan. Dia melanjutkan, realisasi anggaran jaring pengaman sosial sebesar 34,06 persen atau 69,35 triliun dari Rp203,9 triliun. Realisasi anggaran untuk Pemerintah Daerah (Pemda) 4 persen atau Rp 3,89 troliun dari Rp97,11 triliun.

Sementara itu, stimulus Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) baru terealisasi sebesar 22,74 persen atau Rp 28,07 triliun dari total anggaran yang dialokasikan sebesar Rp123,46 triliun. Sedangkan, sektor korporasi belum terealisasi alias 0 persen dari Rp120,61 triliun. 

"Untuk pembiayaan korporasi belum ada realisasinya, dan untuk insentif usaha sudah terealisasi 10,14 persen atau 12,5 triliun," ujarnya. 

Untuk diketahui pemerintah mengalokasikan anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp677,20 triliun. Hal ini dituangkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 tahun 2020 yang tengah digodok pemerintah. 

Editor : Ranto Rajagukguk