Jokowi Perintahkan Sri Mulyani Alihkan Belanja Barang ke Belanja Modal

Antara · Selasa, 23 April 2019 - 18:30 WIB
Jokowi Perintahkan Sri Mulyani Alihkan Belanja Barang ke Belanja Modal

Presiden Joko Widodo menyampaikan arahan soal pagu indikatif RAPBN 2020 dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (23/4/2019). (Foto: Ant)

BOGOR, iNews.id - Pemerintah mulai membahas RAPBN 2020 dalam sidang kabinet. Anggaran pada tahun depan akan fokus membangun SDM sekaligus memacu investasi dan ekspor.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin uang pajak dibelanjakan secara efisien dan berdampak pada ekonomi dan kesejahteraan rakyat Dia meminta menteri keuangan memperbesar belanja modal.

"Belanja modal berbicara bahwa seluruh kabupaten dan provinsi memang kecenderungannya masih berkutat jepada infrastruktur, ada kekurangan di infrastruktur. Kebutuhan di infrastruktur itu baik jalan, juga masalah air," kata Presiden saat memimpin rapat kabinet pariprna di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (23/4/2019).

Presiden meminta seluruh kementerian/lembaga (K/L) bisa menyerap belanja secara maksimal. Namun, perencanaan anggaran belanja harus fokus pada belanja modal. Dia ingin belanja barang dikurangi sebanyak-banyaknya.

"Ibu Menkeu, agar dilihat pada tahun yang posisinya normal, 2017, sebagai patokan untuk dipaksa ke angka-angka itu," ujar dia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyarankan kepada Menkeu untuk mengalihkan anggaran K/L yang tidak bermanfaat kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Kementerian ini dinilainya cukup dalam menyerap anggaran.

"Melihat perjalanan empat tahun ini, Kementerian PUPR, yang bisa merealisasikan anggaran yang diberikan, mungkin anggaran di kementerian lain yang masih ragu, dimasukkan ke PUPR," kata dia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku siap untuk menjalankan permintaan Jokowi. Presiden, kata dia, meminta agar anggaran diefisienkan, terutama untuk belanja barang.

"Ini di dalam rangka untuk betul-betul memfokuskan anggaran untuk kebijakan pembangunan, yaitu terutama belanja modal dan belanja-belanja yang berhubungan dengan SDM dan infrastruktur,” ucap dia.

Sri Mulyani mengaku akan mulai menghitung kebutuan anggaran 2020 sesuai rambu-rambu yang diberikan Presiden. Hal tersebut selaras dengan keinginan pemerintah mengejar target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3-5,6 persen pada tahun depan.

"Bapak Presiden mengharapkan kita bisa memacu sampai ke 5,6 persen,” ujarnya.


Editor : Rahmat Fiansyah