Jokowi: Sakit Jiwasraya Sudah Lama, Beri Waktu untuk Sembuh

Antara ยท Jumat, 17 Januari 2020 - 19:02 WIB
Jokowi: Sakit Jiwasraya Sudah Lama, Beri Waktu untuk Sembuh

Presiden Joko Widodo. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar masyarakat memberi waktu kepada pemerintah untuk memperbaiki kondisi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang sudah lama tidak sehat.

"Sakitnya (Jiwasraya) sudah lama, jadi sembuhnya tidak sehari dua hari, berikan waktu kepada OJK (Otoritas Jasa Keuangan), Menteri BUMN, Menteri Keuangan untuk menyelesaikan ini. Kita ngomong apa yang membutuhkan waktu, tapi Insya Allah selesai dengan skema yang bisa ditanyakan ke menteri terkait," kata Jokowi dalam acara diskusi bersama dengan wartawan di Istana Merdeka Jakarta, Jumat (17/1/2020).

Manajemen Jiwasraya mengakui tidak akan sanggup membayar polis nasabah yang mencapai Rp12,4 triliun yang jatuh tempo mulai Oktober-Desember 2019 (gagal bayar). Kesulitan keuangan ini disebabkan kesalahan investasi yang dilakukan oleh manajemen lama Jiwasraya.

Jiwasraya diketahui sudah merugi sejak 2006, namun catatan keuangan dibuat window dressing, sehingga tampak untung. Untuk menutupi kerugian, perseroan bahkan membeli saham-saham gorengan di pasar modal yang makin menambah kerugian.

Atas kondisi tersebut, Jokowi ingin menjadikan peristiwa Jiwasraya menjadi momentum untuk mereformasi industri keuangan non bank baik asuransi maupun dana pensiun. "Reformasi baik dalam sisi pengaturan, pengawasan, baik dari sisi risk management semuanya harus diperbaiki dan dibenahi tapi butuh waktu, gak mungkin setahun dua tahun," ujarnya.

Reformasi tersebut termasuk dengan melakukan revisi Undang-undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang OJK. "Termasuk reformasi dari sisi permodalannya juga sehingga muncul kepercayaan dari masyarakat terhadap perusahaan asuransi kita. Artinya bisa saja UU-nya juga direvisi karena UU Otoritas Jasa Keuangan itu 2011 sebelumnya diatur Bappepam-LK (Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan)," kata dia.

Dia pun memastikan uang nasabah akan dikembalikan. "Tidak ada target waktu, target saya yang penting selesai terutama nasabah-nasabah rakyat kecil," ucapnya.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir sebelumnya menargetkan holdingisasi PT Jiwasraya (Persero) akan mulai dilakukan pada pertengahan Februari 2020. Dari pembentukan holding tersebut, Erick memperkirakan dapat mendatangkan dana segar sekitar Rp1,5 triliun-Rp2 triliun.

Lalu pemerintah akan mencarikan investor untuk anak perusahaan Jiwasraya, Jiwasraya Putra untuk mendapat dana segar sebanyak Rp1-3 triliun. Selanjutnya ada aset saham yang saat ini dideteksi valuasinya mencapai Rp2-3 triliun untuk mendapatkan saving plan.


Editor : Ranto Rajagukguk