Jumlah Penumpang Kereta Api Turun 6 Juta, Salah Satunya akibat Listrik PLN Padam

Rully Ramli ยท Selasa, 01 Oktober 2019 - 14:20 WIB
Jumlah Penumpang Kereta Api Turun 6 Juta, Salah Satunya akibat Listrik PLN Padam

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Jumlah penumpang kereta api sepanjang Agustus 2019 mencapai 35,18 juta orang. Angka tersebut turun 6,15 juta dibanding bulan Juli yang mencapai 39,03 juta.

"Untuk kereta api jumlah penumpangnya turun agak tajam, di sana jumlah penumpangnya hanya 35,18 juta, turun 9,85 persen dibandingkan bulan sebelumnya," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (1/10/2019).

Menurut pria yang akrab disapa Kecuk itu, penurunan terjadi disebabkan anjloknya jumlah penumpang KRL Commuterline. Saat itu ada insiden listrik PLN padam yang terjadi secara massal pada 4-5 Agustus 2019.

Berdasarkan data yang diperoleh BPS, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) membatalkan 240 jadwal keberangkatan akibat insiden listrik padam. Ini kemudian berdampak terhadap turunnya jumlah penumpang KRL.

"Itu berdampak pada pembatalan 240 perjalanan dalam waktu 5 jam. Jadi berdampak bisa dilihat jumlah penumpang kereta api turun drastis," tuturnya.

BPS mencatat, jumlah penumpang kereta api Jabodetabek pada Agustus 2019 sebesar 27,65 juta penumpang, turun 6,94 persen (2,06 juta) dari bulan Juli yang mencapai 29,71 juta.

Kecuk menambahkan, selain kereta Jabodetabek, penurunan juga terjadi pada kereta api Jawa dan Sumatra. Jumlah penumpang kereta Jawa turun 19,7 persen menjadi 6,8 juta penumpang sementara kereta Sumatra turun 11,61 persen menjadi 647 ribu.

Penurunan pada kereta di luar Jabodetabek, menurut Kecuk, merupakan tren musiman. Bulan Agustus liburan sekolah sudah berakhir.

"Penumpang kereta api untuk Non Jabodetabek yang di Jawa mengalami penurunan karena liburannya sudah selesai," ucapnya.


Editor : Rahmat Fiansyah