Kebijakan Tiket Pesawat Murah, Pengamat: Tidak Mengikat Secara Hukum

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Sabtu, 13 Juli 2019 - 14:04 WIB
Kebijakan Tiket Pesawat Murah, Pengamat: Tidak Mengikat Secara Hukum

Kebijakan tiket pesawat murah tidak mengikat secara hukum. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah telah mengevaluasi kebijakan penurunan tiket pesawat hingga 50 persen. Namun kebijakan ini tidak diiringi oleh payung hukum yang kokoh.

Pengamat Penerbangan Alvin Lie mengatakan, absennya aturan yang mengikat secara hukum ini dapat membuat maskapai bebas mengikuti kebijakan tersebut. Meskipun pemerintah menjamin seluruh maskapai telah berkomitmen turunkan harga.

"Kebijakan tersebut tidak mengikat secara hukum. Kalau airlines sanggup, dilaksanakan, baik. Kalau airlines tidak sanggup, tidak melaksanakan, tidak apa-apa," ujarnya kepada iNews.id, Sabtu (13/7/2019).

Pemerintah meyakini para stakeholders akan tetap mematuhi aturan yang sudah dirancang ini. Sebab, beberapa direktorat pemerintah masih membawahi  dan mengawasi langsung para stakeholders terkait. 

Selain itu, pemerintah juga akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala untuk memastikan aturan ini terus berjalan.

"Tidak ada peraturan perundang-undangan yg dilanggar airlines," kata dia.

Menurutnya, untuk mengatur kebijakan ini diperlukan waktu yang cukup lama. Pasalnya, untuk membuat peraturan perundang-undangan ada tahapan-tahapan yang wajib dilakukan.

"Termasuk mempertimbangkan kepentingan subjek yang diatur. INACA (Asosiasi Maskapai Penerbangan Indonesia) dan airlines pasti sangat keberatan dan menolak," ucapnya.

Dia melanjutkan, dengan diwajibkan menerapkan tarif 50 persen dari tarif batas atas (TBA) dapat membuat beban maskapai bertambah. Oleh karenanya, dia menilai asosiasi maskapai nasional tentu tidak menerima kebijakan tersebut untuk dibuat aturan.

"Saat ini saja INACA sudah mengadukan ke Ombudsman dugaan maladministrasi dalam penerbitan Keputusan MenHub KM Nomor 106 Tahun 2019 yang menurunkan TBA. Sejak 2014 TBA tidak pernah dinaikkan, malah diturunkan. Padahal biaya operasi airlines sudah naik signifikan," tutur dia.


Editor : Ranto Rajagukguk