Kembalikan Kejayaan Kakao, Menteri Amran Tebar Bibit Unggul di Sultra

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Kamis, 27 Desember 2018 - 16:58 WIB
Kembalikan Kejayaan Kakao, Menteri Amran Tebar Bibit Unggul di Sultra

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman (kiri) saat memberikan bantuan bibit kakao unggul secara simbolis kepada petani di Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. (Foto: Ist)

KOLAKA UTARA, iNews.id - Kementerian Pertanian bertekad mengembalikan kejayaan kakao di Nusantara. Salah satunya dengan membagi-bagikan bibit unggul gratis kepada petani.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman membagikan langsung bibit tersebut kepada petani di Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. Bantuan bibit yang diberikan mencapai 1,5 juta batang untuk ditanami di lahan seluas 1.500 hektare (Ha). Di Provinsi Sultra, Kementan membagikan total 3,8 juta batang bibit unggul.

"Tidak ada cara lain, pertanian Indonesia harus meningkatkan produktivitasnya dengan bibit unggul," kata Amran, Kamis (27/12/2018).

Bibit yang dibagikan yaitu bibit kakao Sambung Pucuk. Dia mengatakan, bibit ini merupakan yang terbaik dan sudah tersertifikasi. Produktivitas kakao jenis ini mencapai 3,5 ton per Ha atau tujuh kali lipat dari kakao yang ditanam petani saat ini.

"Kita harus hati-hati memilih bibit terutama perkebunan, karena jika salah, kerugiannya bisa hingga 20 tahun," ucap dia.

Amran juga memberikan semangat kepada petani tersebut untuk membantu pemerintah mendongkrak produksi kakao yang berkualitas. Dia juga memaparkan sejumlah program Kementan yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani, mulai dari alokasi anggaran hingga intervensi harga.

"Kami ingin, saudaraku petani terus berproduksi. Meningkatkan produktivitas dan kualitas. Bila perlu processing-nya ke depan di tangan para petani, sehingga nilai tambahnya bisa didapatkan. Kesejahteraan petani bisa meningkat," ujar Amran.

Dia mengatakan, pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp5,5 triliun untuk sektor perkebunan dan hortikultura, termasuk kakao, cengkeh, lada, dan kopi.

Kolaka Utara pernah merasakan masa kejayaan kakao pada 1997. Bahkan saat krisis ekonomi, petani kakao sejahtera karena harga kakao saat itu cukup baik.

Namun, sejak maraknya hama di tahun 2000-an, kakao tidak lagi menjadi primadona buat petani. Selain itu, tanaman di Kolaka Utara juga sudah berumur tua dan tidak produktif lagi.

Data Dinas Pertanian setempat menyebutkan, potensi kakao di Kolaka Utara mencapai 87 ribu Ha Dari jumlah 43 ribu Ha harus direvitalisasi.

Amran yakin jika revitalisasi ini berhasil, maka kehidupan masyarakat Kolaka Utara lebih baik karena sekitar 80 persen dari mereka bergantung pada perkebunan kakao.


Editor : Rahmat Fiansyah