Kemendag Akan Turunkan HET Beras Jadi Rp8.900 per Kilogram

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Jumat, 01 Juni 2018 - 18:08 WIB
Kemendag Akan Turunkan HET Beras Jadi Rp8.900 per Kilogram

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (Foto: iNews.id/Isna Rifka)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan menurunkan harga eceran tertinggi (HET) menjadi Rp8.900 per kilogram pada pekan depan. Hal ini sebagai upaya pemerintah agar harga beras dapat terjangkau bagi seluruh kalangan masyarakat.

“Suplai beras saat ini sudah siap dan minggu depan HET beras akan diturunkan menjadi Rp8.900 per kg," kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dalam keterangan resminya, Jumat (1/6/2018).

Ia melanjutkan, meski penurunan HET beras ini menguntungkan konsumen namun tidak akan merugikan petani dan pedagang. Pasalnya, Perusahaan Umum Badan Usaha Logistik (Perum Bulog) tetap melakukan pembelian gabah dan beras petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

"Pembelian gabah dan beras petani oleh Bulog tetap akan dilakukan sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Sedangkan pedagang juga masih akan tetap mendapatkan keuntungan dari hasil penjualannya. Yang dikurangi adalah mata rantainya," ujarnya.

Berdasarkan hasil pantauannya, harga bahan pokok selama Ramadan relatif stabil bahkan cenderung turun. Dengan perolehan tersebut, ia yakin harga barang kebutuhan pokok stabil tidak hanya menjelang Lebaran 2018 tapi juga sampai 2019.

"Harga bapok menjelang Lebaran 2018 dipastikan stabil dan terkendali. Stabilitas harga ini akan terus dijaga hingga tahun 2019 sesuai arahan Presiden Joko Widodo sehingga tidak ada gejolak saat pesta demokrasi berlangsung," ucapnya.

Harga cabe merah keriting tercatat Rp30.000-40.000 per kg, bawang merah Rp25.000-30.000 per kg, cabe keriting merah Rp30.000-40.000 per kg, cabe merah besar Rp35.000-40.000 per kg, dan bawang putih Rp24.000-25.000 per kg. Sementara itu harga minyak goreng curah tercatat sebesar Rp10.800-11.250 per liter dan gula Rp12.000 per kg atau di bawah HET.

Ia melanjutkan, harga daging sapi juga terpantau stabil karena pasokannya cukup. Masyarakat diberikan pilihan dengan adanya daging beku yang harganya berkisar antara sesuai dengan kualitas daging.

Harga telur ayam juga turun secara signifikan sehingga saat ini harganya sudah kembali normal, yaitu Rp22.000-23.000 per kg. Penurunan harga telur ayam dikarenakan suplainya yang cukup. Sementara itu, daging ayam yang sebelumnya mengalami fluktuasi harga hingga Rp42.000-44.000 per kg, kini berangsur turun mencapai Rp34.000-35.000 per kg.

Penurunan ini, lanjutnya, salah satunya dikarenakan adanya pasokan daging ayam beku yang beredar di pasar dengan harga Rp33.000 per kg. "Dengan adanya daging ayam beku di pasaran, maka masyarakat mendapatkan alternatif selain daging ayam segar. Kami akan terus memantau perkembangan harga ayam sehingga harganya bisa turun lagi," tuturnya.

Editor : Ranto Rajagukguk