Kemenkeu Sebut Iuran BPJS Kesehatan Saat Ini Terlalu Murah

Rully Ramli ยท Kamis, 12 September 2019 - 22:50 WIB
Kemenkeu Sebut Iuran BPJS Kesehatan Saat Ini Terlalu Murah

BPJS Kesehatan. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Rencana pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan memicu polemik. Namun, pemerintah menilai iuran tersebut perlu dinaikkan.

Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kementerian Keuangan Suminto mengatakan, iuran perlu dinaikkan karena terlalu murah. Kesimpulan itu berdasarkan hasil audit yang dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Fakta memang tidak bisa dipungkiri, besaran iuran JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) selama ini underpriced (terlalu murah). Iuran underprice tidak bisa memenuhi kebutuhan JKN BPJS," ujar Suminto di Kantor Ombudsman, Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Dia mengakui, iuran bukan satu-satunya masalah yang dihadapi BPJS Kesehatan. Secara umum, masih ada faktor-faktor lainnya yang perlu dibenahi di antaranya masalah administrasi hingga mendorong kepatuhan peserta dalam membayar iuran.

Suminto mengungkapkan, BPKP menemukan fakta masih ada perusahaan yang tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk mendaftarkan karyawan supaya dilindungi asuransi.

"Atau hanya badan usaha yang hanya mendaftarkan sebagian karyawan, atau badan usaha yang melaporkan nilai upah pegawai yang tidak sesuai besaran," tutur dia.

Meski begitu, Suminto menilai iuran yang terlalu murah tetap menjadi persoalan besar yang membuat BPJS defisit. Oleh karena itu, kenaikan iuran sulit dihindari.


Editor : Rahmat Fiansyah