Kemenkeu Sertifikatkan 28.197 Bidang Tanah Milik Negara hingga Akhir 2019

Aditya Pratama ยท Jumat, 14 Februari 2020 - 17:25 WIB
Kemenkeu Sertifikatkan 28.197 Bidang Tanah Milik Negara hingga Akhir 2019

Pemerintah terus menggalakkan percepatan sertifikasi Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bersama Kementerian Agraria Tata Ruang (ATR) atau Badan Pertanahan Nasional (BPN) selaku pengelola barang dan penyelenggara urusan pemerintahan di bidang agraria/pertanahan dan tata ruang terus menggalakkan percepatan sertifikasi Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah.

Direktur BMN Ditjen Kekayaan Negara Kemenkeu Encep Sudarwan mengatakan, program percepatan ini telah dimulai sejak tahun 2013. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan good governance keuangan negara melalui pengelolaan Barang Milik Negara yang baik.

"Sebagai upaya tertib administrasi, tertib hukum, dan tertib fisik dalam pengelolaan BMN," ujar Encep di Kantor Ditjen Kekayaan Negara, Jakarta, Jumat (14/2/2020).

Encep menambahkan, sertifikasi ini merupakan bukti kepemilikan sebagai bentuk pengamanan hukum atas BMN serta wujud pelaksanaan amanat Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah. Aturan itu yang mengamanatkan agar seluruh Barang Milik Negara/Daerah berupa tanah yang dikuasai Pemerintah Pusat/Daerah harus disertifikatkan atas nama Pemerintah Republik Indonesia/Pemerintah Daerah.

Hingga akhir tahun 2019, pemerintah telah berhasil melaksanakan sertifikasi tanah BMN sebanyak 28.197 bidang. Adapun untuk tahun 2020, target bidang tanah BMN yang akan disertifikatkan sebanyak 15.426 bidang.

"Pemerintah menargetkan seluruh tanah BMN sebanyak 46.725 bidang akan selesai disertifikatkan di tahun 2022," kata dia.

Terkait upaya percepatan sertifikasi ini, Encep menjelaskan, Ditjen Kekayaan Negara memiliki peran penting di dalamnya. Pertaman melakukan pembinaan dalam proses identifikasi, pendataan, verifikasi dan pelaksanaan sertifikasi BMN pada Kementerian/Lembaga. 

Selanjutnya melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan sertifikasi BMN sesuai target yang telah ditetapkan.


Editor : Ranto Rajagukguk