Kemenko Perekonomian Sebut Investor Asing Nantikan Hasil Pemilu

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Rabu, 24 April 2019 - 14:46 WIB
Kemenko Perekonomian Sebut Investor Asing Nantikan Hasil Pemilu

Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, investor saat ini masih wait and see. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih menghitung hasil perolehan suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 hingga 22 Mei nanti. Saat ini baru 28,3 persen surat suara yang masuk.

Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, investor saat ini masih wait and see. Oleh karenanya, setelah KPU menyelesaikan penghitungan surat suara maka investasi diyakini akan masuk ke Indonesia secara signifikan.

"Ada fluktuasi Foreign Direct Investment (FDI) untuk Penanaman Modal Asing (PMA). Siklus seperti itu investor menunggu momen politik. Begitu hasil sudah jelas dan pasti akan naik," ujarnya dalam acara diskusi di Ritz Carlton Pasific Place, Jakarta, Rabu (24/4/2019).

Dia melanjutkan, kondisi investasi pasca Pemilu akan relatif stabil karena adanya potensi risiko resesi Amerika Serikat (AS) dengan inverted yield-nya yang mengindikasikan akan ada tekanan yang besar di pasar keuangan. Kendati demikian, hal ini justru berdampak positif pada masuknya aliran modal ke negara berkembang termasuk Indonesia.

Guna menghadapinya, pemerintah telah menyiapkan berbagai kebijakan insentif fiskal untuk mendukung investasi. Pasalnya, pemerintah berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi di 5,3-5,6 persen dan pertumbuhan investasi hingga 7 persen.

"Kita optimistis dorong pertumbuhan ekonomi 5,3-5,6 persen. Kita bisa investasi tumbuh dibatas 7 persen komposisi kebutuhan investasi," kata dia.

Selama beberapa tahun terakhir, Badan Koordinasi penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi hanya tumbuh 4,1 persen dari Rp692,8 triliun pada 2017 menjadi Rp721,3 triliun pada 2018. Padahal, pada 2017 pertumbuhan investasi mencapai 13,1 persen.

Tak hanya itu, menemukan 58 persen investasi masih berfokus di Pulau Jawa. Sementara sisanya tersebar di berbagai pulau lainnya termasuk pulau-pulau di Indonesia Timur. Oleh karenanya pemerintah berkomitmen mendorong pemerataan investasi di seluruh daerah di Indonesia. Hal ini agar pembangunan dan peningkatan ekonomi semakin masif hingga ke pelosok.

Selain membangun infrastruktur hingga ke daerah terpencil, pemerintah juga mengeluarkan beberapa kebijakan yang akan mempermudah laju distribusi investasi. Contohnya seperti kebijakan mini tax holiday yang membebaskan pajak penghasilan bagi invetasi bernilai di bawah Rp1 miliar selama jangka waktu tertentu.


Editor : Ranto Rajagukguk