Kepala BKPM: Negara Kita Belum Jadi Surga bagi Investasi

Antara ยท Senin, 18 November 2019 - 20:28 WIB
Kepala BKPM: Negara Kita Belum Jadi Surga bagi Investasi

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Indonesia dinilai belum menjadi surga investasi bagi dunia usaha. Hal ini bisa terlihat dari investor yang lebih memilih negara-negara tetangga untuk menanamkan modalnya.

"Negara kita belum menjadi surga bagi investasi, sehingga larinya ke Vietnam," ujar Bahlil Bahadalia dalam Rapat Koordinasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Seluruh Indonesia di Jakarta, Senin (18/11/2019).

Bahlil menuturkan, di ASEAN, 44 persen pasar terdapat di Indonesia. Dengan jumlah penduduk 260 juta jiwa, Indonesia menempati populasi terbesar di ASEAN yang total penduduknya mencapai 600 juta jiwa.

"Harusnya kalau kita gaet (investasi), investasi di Indonesia itu mampu menggarap pasar negara-negara lain. Tapi, Vietnam lebih dipilih oleh China ketika terjadi perang dagang. Apa yang terjadi pada bangsa ini?" katanya.

Bahlil mengemukakan Indonesia bisa meniru Vietnam terkait pelayanan perizinan usaha yang baik. Menurut dia, Vietnam banyak dilirik investor karena lembaga sejenis BKPM di negara itu fungsinya bukan untuk tempat curhat melainkan memberikan solusi atas masalah investasi.

"Kenapa Vietnam begitu cepat, karena Vietnam itu BKPM-nya bukan tempat klinik untuk curhat-curhatan. BKPM di sana, orang menyampaikan masalah, maka lembaga di sana mengeksekusi masalah. Pengusaha kan perlu kepastian," katanya.

Lebih lanjut dia mengakui, potret pertumbuhan ekonomi global belum terlalu menggembirakan menyusul gejolak yang belum berakhir di kawasan Amerika Selatan seperti di Bolivia, Brasil, Meksiko dan Venezuela.

Hal serupa juga terjadi di Eropa yang masih terpengaruh dengan isu Brexit yang tak kunjung selesai. Isu mengenai perang dagang China dan Amerika Serikat tampaknya juga belum berakhir. Demikian pula kericuhan yang terjadi di Hong Kong yang berimbas pada kegiatan ekonominya.

"Bagaimana kita lihat potret potensi Indonesia? Kita punya potensi yang sangat bagus. Saya juga sebagai mantan pengusaha bingung, potensinya bagus kok begini?" katanya.

BKPM menetapkan enam key performance index (KPI) untuk menggenjot investasi yaitu perbaikan peringkat kemudahan berusaha (doing business); eksekusi realisasi investasi besar; mendorong investasi besar untuk bermitra dengan UMKM; penyebaran investasi berkualitas; promosi investasi terfokus berdasarkan sektor dan negara; serta mendorong peningkatan investasi dalam negeri (PMDN) khususnya UMKM.


Editor : Ranto Rajagukguk