Ketahanan Pangan Sudah Terwujud, tapi Logistik Jadi Penghalang

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Kamis, 14 Februari 2019 - 15:05 WIB
Ketahanan Pangan Sudah Terwujud, tapi Logistik Jadi Penghalang

Harga komoditas pangan masih pada musim. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Fluktuasi harga komoditas pangan nasional masih bergantung pada musim. Selama masa panen raya pasokan melimpah sehingga harga anjlok. Sementara, pada masa paceklik pasokan menipis sehingga harga melonjak naik.

Deputi Kemenko Perekonomian Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Musdhalifah Machmud mengatakan, hal ini harus diperbaiki meski saat ini sudah tercipta kestabilan pangan. Penyebab utama harga pangan yang berfluktuasi adalah logistik.

"Bagaimana agar ini stabil? Sebenarnya sudah terwujud ketahanan pangan, yang masalah itu aspek pendukungnya seperti logistik. Logistik jadi penghalang utama," ujarnya saat Roundtable Stabilitas Harga Pangan di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (14/2/2019).

Selain logistik, gudang penyimpanan yang kurang juga menjadi masalah. Pasalnya, saat panen raya barang melimpah seharusnya bisa disimpan untuk digunakan saat panceklik tiba.

"Kita selalu minta Bulog, saat panen harga cabai turun sekali. Kita komunikasi dengan industri juga susah, mereka sudah ada partnership dengan petani. Penyimpanan mereka juga terbatas," kata dia.

Meski menurutnya Bulog telah banyak melakukan investasi baru untuk membangun gudang pangan, namun ini belum cukup. Oleh karenanya, dia meminta pelaku usaha untuk melakukan investasi di teknologi pergudangan agar bisa menyimpan pangan dengan baik dan tahan lama.

"Harusnya teman Kadin bantu kami dengan teknologi dan investasi agar bisa menyimpan saat panen raya dan packlik kita juga miliki kecukupan. Ini yang sedang disiapkan logistik gudang dan transportasinya," ucapnya.

Oleh karenanya, ke depan pemerintah akan meningkatkan teknologi pergudangan agar harga pangan terus stabil tidak bergantung pada musim. Selain itu, bisa memaksimalkan pemakaian produksi dalam negeri sehingga tidak perlu melakukan impor.

"Penyempurnaan kebijakan terus dilakukan pada saat panen kami harap petani tidak jadi korban tapi pada saat peceklik harga bisa terkendali. Ini kami harap Kadin bantu betul, pemerintah bisa atasi harga," tuturnya.


Editor : Ranto Rajagukguk