Kinerja 4 Tahun, Mentan Beberkan Investasi Pertanian Meningkat Pesat

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Senin, 14 Januari 2019 - 15:10 WIB
Kinerja 4 Tahun, Mentan Beberkan Investasi Pertanian Meningkat Pesat

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (Foto: iNews.id/Isna Rifka)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pertanian (Kementan) memaparkan capaian kinerja sektor pertanian selama periode 2014-2018 dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2019.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, selama empat tahun kepemimpinannya investasi di sektor pertanian mengalami kenaikan. Pada tahun 2013 investasi pertanian hanya Rp29,3 triliun dan meningkat menjadi Rp61,6 triliun di 2018.

"Dari 2013 itu (investasi) naik (lebih dari) 100 persen. Sederhana, kami hanya mencabut Permentan (Peraturan Menteri Pertanian) yang menghambat investasi," ujarnya saat membuka Rakornas di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (14/1/2019).

Selama empat tahun ini, pihaknya telah menghapus 291 Permentan yang dianggap menghambat investasi. Apalagi saat ini pemerintah telah memiliki program pengurusan perizinan usaha bernama Online Single Submission (OSS) yang mempercepat proses perizinan.

"Dulu kalau mau ekspor butuh waktu tiga bulan. Hari ini kita melakukan OSS hanya perlu tiga jam untuk ekspor," kata dia.

Dengan kemudahan perizinan tersebut juga mendorong peningkatan ekspor pertanian periode 2016-2018. Pada 2016 ekspor sektor pertanian sebesar Rp384,9 triliun naik 29,7 persen menjadi Rp499,3 triliun di 2018.

"Ekspor naik 29 persen. Jangan bicara per komoditas tapi kita membaca data dari seluruh komoditas. Ada 460 komoditas yang harus kita jaga," ucapnya.

Dia melanjutkan, ekspor kelapa sawit naik 22,5 persen, karet naik 21,3 persen, kelapa 14,8 persen, kopi 28,6 persen, manggis 252,61 persen, pisang 706,2 persen. Kemudian, impor komoditas lainnya seperti beras umum, bawang merah dan cabai segar turun hingga 100 persen.

Kementan juga berhasil menurunkan inflasi bahan pangan selama empat tahun ini meskipun pada 2018 kembali naik ke level 3,41 persen. Pada 2014 tercatat 10,57 persen, sempat turun di 2015 menjadi 4,93 persen, lalu naik di 2016 5,69 persen dan turun tajam di 2017 yang sebesar 1,26 persen.

"Itu menunjukkan bahwa produksi pangan kita meningkat. Untuk turun 0,5 persen saja begitu sulit, ini turun sekitar 8 pesen," tuturnya.


Editor : Ranto Rajagukguk