Klaim Pengangguran Inggris Hampir 3 Juta Orang, Aktivitas Ekonomi Segera Dibuka

Djairan ยท Rabu, 17 Juni 2020 - 09:05:00 WIB
Klaim Pengangguran Inggris Hampir 3 Juta Orang, Aktivitas Ekonomi Segera Dibuka
Kantor Statistik Nasional (ONS) Inggris melaporkan jumlah klaim pengangguran melonjak 126 persen menjadi 2,8 juta orang hingga Mei 2020. (Foto: AFP)

LONDON, iNews.id - Kantor Statistik Nasional (ONS) Inggris melaporkan jumlah klaim pengangguran melonjak 126 persen menjadi 2,8 juta orang hingga Mei 2020. Peningkatan tersebut dipicu oleh kebijakan lockdown di tengah pandemi Covid-19 yang membuat ribuan toko-toko dan bisnis terpaksa tutup.

Sementara itu, jumlah lowongan pekerjaan juga semakin jatuh ke rekor terendah karena aktivitas ekonomi terhenti. Namun, sejak aktivitas ekonomi ditutup pada 23 Maret lalu, pemerintah Inggris juga meluncurkan skema retensi bagi para pekerja, di mana mereka tetap diberikan sebagian dari upahnya selama dirumahkan.

Departemen Keuangan Inggris mengatakan, sebanyak 9,1 juta orang telah mendapatkan stimulus melalui skema retensi tersebut. Kondisi ini membuat pemerintah dan Bank of England (BOE) terus berada di bawah tekanan, ditambah dengan rilis data pekan lalu yang menunjukkan ekonomi Inggris terkontraksi hingga 20,4 persen pada April 2020.

“Mereka yang dirumahkan itu belum muncul dalam statistik pengangguran, maka kita akan melihat tingkat pengangguran di Inggris akan terus melonjak," ujar ekonom Indeks Kota Fiona Cincotta dikutip dari Bloomberg, Rabu (17/6/2020).

Sebelumnya pada 15 Juni lalu, Konsorsium Ritel Inggris mengatakan, kebijakan lockdown selama pandemi Covid-19 telah menyebabkan toko-toko kehilangan pendapatan hingga Rp32,7 triliun hanya dalam seminggu, terutama pada pelaku usaha selain bisnis makanan. Hal ini menambah rentetan pemicu kontraksi ekonomi Inggris.

Mengantisipasi hal ini, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan ribuan toko akan kembali dibuka setelah 83 hari terpaksa tidak beroperasi, karena kebijakan lockdown selama pandemi Covid-19. 

Mulai 1 Juni, pasar terbuka dan showroom mobil sudah mulai dibuka kembali, dan pada minggu ini para toko-toko ritel sudah dapat kembali membuka usaha mereka.


Editor : Ranto Rajagukguk