Kondektur Bus Damri Bandara Soetta Demo, Kemenhub: Tidak Boleh Langsung PHK

Antara ยท Sabtu, 06 Juli 2019 - 11:53 WIB
Kondektur Bus Damri Bandara Soetta Demo, Kemenhub: Tidak Boleh Langsung PHK

Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan, Ahmad Yani. (Foto: Ant)

YOGYAKARTA, iNews.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) angkat bicara soal aksi unjuk rasa kondektur bus bandara Soekarno-Hatta yang memprotes tiket elektronik. Kebijakan itu tidak seharusnya berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

"Mungkin ini karena e-ticketing, tapi tidak serta merta memutus hubungan (kerja), itu harus disiapkan langkah-langkah ke depannya, tidak langsung memutuskan (PHK) begitu saja," kata Direktur Angkutan Jalan Kemenhub, Ahmad Yani di Yogyakarta, Sabtu (6/7/2019).

BACA JUGA:

Kondektur Bus Bandara Soetta Demo Protes E-Ticketing, Ini Kata Bos Perum Damri

Yani mengimbau Perum Damri untuk melaksanakan kebijakan e-ticketing secara bertahap. Dia juga yakin peran kondektur (helper) tetap dibutuhkan, terutama untuk membantu mengangkat bawang bawaan penumpang di bandara.

"Helper masih dibutuhkan, terutama untuk mengangkut bagasi. Kalau mobilnya sedan mungkin tidak perlu. Kalau menurut saya, masih perlu sementara ini di Bandara Soekarno-Hatta," kata dia.

Yani mengaku telah menyampaikan persoalan ini kepada Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi. Dia meminta agar manajemen Perum Damri mengambil langkah strategis agar aksi demo tidak merembet ke rute-rute lain, termasuk di luar Jabodetabek.

Meski begitu, dia menyebut, keputusan Perum Damri menerapkan e-ticketing dapat dipahami karena operator bus milik negara ini bersaing dengan swasta. Menurut dia, adanya kompetitor mendorong bisnis yang lebih sehat.

"Memang tidak boleh satu operator, adanya pesaing memicu untuk meningkatkan pelayanan lebih baik," ucap dia.


Editor : Rahmat Fiansyah