Kontrak Dimulai Januari 2020, Ini Proyek Infrastruktur Kementerian PUPR untuk 2020-2024

Isna Rifka Sri Rahayu · Selasa, 12 November 2019 - 23:15 WIB
Kontrak Dimulai Januari 2020, Ini Proyek Infrastruktur Kementerian PUPR untuk 2020-2024

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyiapkan proyek infrastruktur untuk 2020 hingga 2024. Adapun biaya yang dibutuhkan untuk merealisasikannya sekitar Rp2.000 triliun.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, proyek-proyek infrastruktur ini mulai dilelang sejak sekarang. Pasalnya, diharapkan pada Januari 2020 sudah dimulai kontrak proyeknya.

"Kami harapkan sekarang ini sudah mulai lelang, kami harap Januari sudah ada kontrak sebesar 30 persen dari total anggaran PUPR yang anggaran belanja modal bisa ditandatangani pada Januari," ujarnya di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Dia menjabarkan proyek-proyek yang akan dibangun pada lima tahun mendatang. Untuk sumber daya air, Kementerian PUPR akan meningkatkan daya tampung air menjadi 60 meter kubik per kapita per tahunnya. Salah satunya dengan cara membangun 60 unit bendungan baru di mana 45 unit bendungan merupakan lanjutan dari sebelumnya sehingga tinggal menambah 15 unit bendungan baru lagi pada 2021. Selain itu juga membangun 1.000 embung.

"Pembangunan bendungan ini bisa selesai 3-4 tahun jadi kalau mulai tahun 2021 insya Allah 2024 sudah selesai semua. Jadi kita tidak perlu meninggalkan pekerjaan ke pemerintahan selanjutnya," ucapnya.

Kemudian juga membangun daerah irigasi seluas 500.000 hektare dan revitalisasi jaringan irigasi 250.000 ha. Pihaknya juga memastikan ketersediaan air baku 20 meter kubik per detiknya dan membangun pengendali banjir serta pengaman pantai hingga 2.100 kilometer.
Selanjutnya, infrastruktur konektivitas berupa jalan dan jembatan. Pihaknya akan membangun 2.500 km jalan tol di mana yang paling diutamakan penyelesaian ialah tol Trans Sumatera. 

"Tol Sumatera harus selesai, kemudian tol non Trans Jawa yang dari selatan Cigatas, Cileunyi, Garut, Tasik itu harus. Sekarang sudah kita lelang. Kemudian dari Kulonprogo  New Jogja Airport ke Jogja ke Solo udah tender," ujarnya.

Kemudian, 3.000 km pembangunan jalan baru, 60.000 meter pembangunan jembatan, dan 35.000 km pembangunan flyover atau underpass. "Jalan nasional 3.000 km termasuk jalan perbatasan yang sekarang sudah nyambung tapi belum diaspal kita perkerasan dengan aspal," kata dia.

Kemudian infrastruktur pemukiman. Kementerian PUPR akan meningkatkan akses air minum layak di pemukiman hingga 90 persen selama lima tahun mendatang dari sekarang 80 persen. Sementara untuk bisa mencapai 100 persen diperlukan waktu hingga 10 tahun.

Pihaknya juga meningkatkan akses terhadap sanitasi dan persampahan hingga 80 persen yang mana setiap tahunnya naik sekitar 6 persenan. Kemudian, penanganan kawasan kumuh seluas 10.000 ha, pengembangan 11 kawasan PLBN terpadu, dan 5.555 unit pembangunan dan rehabilitasi prasarana dan sarana pendidikan, olahraga dan pasar.

Adapun untuk infrastruktur perumahan, dalam lima tahun mendatang pihaknya masih akan meneruskan program 1 juta rumah. Sejak 2018 target 1 juta rumah telah berhasil dilampaui dengan realisasi sebesar 1,1 juta rumah dan pada 2019 meningkat menjadi 1,2 juta rumah.

"Program pembangunan perumahan ada 50.000 unit rusun, 1,5 juta unit rumah swadaya, 25.000 unit rumah khusus untuk pekerja medis, perbatasan, dan misionaris yang memang membutuhkan rumah dinas khusus itu," tutur dia.

Editor : Ranto Rajagukguk