KPPU Perpanjang Penyelidikan Dugaan Kartel Tiket Pesawat

Rully Ramli ยท Selasa, 23 April 2019 - 15:17 WIB
KPPU Perpanjang Penyelidikan Dugaan Kartel Tiket Pesawat

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melaporkan progres investigasi dugan kartel tarif tiket pesawat. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melaporkan progres investigasi dugan kartel tarif tiket pesawat oleh maskapai yang mendominasi pasar penerbangan dalam negeri.

Saat ini, investigasi ini belum masuk tahap pemberkasan lantaran perlu menemukan sejumlah alat bukti. Padahal, KPPU sudah mulai melakukan proses penyelindikan sejak Februari 2019.

Anggota Komisioner KPPU Guntur Syahputra Saragih mengatakan, bukan hanya kasus dugaan kartel saja yang belum masuk tahap pemberkasan, tapi juga dugaan rangkap jabatan Direktur Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air, dan persoalan tarif kargo udara.

"KPPU selama ini ramai bicarakan penegakan hukum di industri penerbangan kargo, tiket, dan rangkap jabatan. Sampai hari ini belum ada yang naik ke pemberkasan," kata Guntur di Gedung KPPU, Jakarta, Selasa (23/4/2019).

Meskipun begitu, Guntur memastikan bahwa pihaknya telah meminta investigator untuk mengebut penyelesaiaan proses pemberkasan. Komisioner memberikan waktu selambat-lambatnya 30 hari.

"Investigator sudah kita minta 30 hari melengkapi pemberkasan," katanya.

Guntur menambahkan, baru-baru ini KPPU kembali melakukan proses penyelidikan industri jasa pengiriman barang. Kali ini giliran Lion Air dan Lion Express yang diduga melakukan pelanggaran di Batam.

"Yang masuk ke penyelidikan di maskapai tentang pelanggaran jasa pengirima logistik dan pos di batam yang dilakukan Lion air dan Lion Express," ucap Guntur.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebelumnya mempersilakan KPPU untuk memeriksa dugaan kartel soal kenaikan tiket pesawat yang serentak. "Saya pikir, silakan KPPU masuk, KPPU berwenang untuk itu. Jadi, silakan lihat," kata Menhub.

Meskipun begitu, Mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) itu yakin tidak ada dugaan kartel terkait kenaikan tiket pesawat. "Kalau menurut saya, tidak," katanya.

Polemik kenaikan harga tiket pesawat berlanjut pada dugaan praktik kartel antar maskapai bukan hanya kenaikan, tetapi juga penurunan tiket dilakukan secara bersamaan.

Selain itu, industri penerbangan di Indonesia saat ini dikuasai oleh dua pemain besar, yakni Garuda Indonesia Group (Garuda Indonesia, Citilink Indonesia dan Sriwijaya Air) dan Lion Air Group (Lion Air, Batik Air dan Wings Air).


Editor : Ranto Rajagukguk