Kritisi Konsep Ekonomi Prabowo, TKN: Jangan Merendahkan Pencari Kerja

Ranto Rajagukguk · Kamis, 07 Maret 2019 - 18:50 WIB
Kritisi Konsep Ekonomi Prabowo, TKN: Jangan Merendahkan Pencari Kerja

Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin mempertanyakan konsep penciptaan milenial 'tangan di atas'. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id – Calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berkeinginan menciptakan milenial ‘tangan di atas’. Konsep ekonomi ini menjanjikan milenial bisa memiliki keahlian tinggi sehingga bisa menciptakan lapangan pekerjaan.

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Milineal Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Lathifa Al Anshori mempertanyakan konsep tersebut karena berat sebelah dan merendahkan pencari kerja. “Jika di konsep itu disebut milenial harus jadi ‘tangan di atas’ dengan menjadi pembuat lapangan pekerjaan, berarti yang mencari lapangan pekerjaan disebut pihak ‘tangan di bawah’ dong? Milenial maunya bekerja dan mendapatkan penghasilan yang mencukupi, baik sebagai pekerja atau pemberi kerja, kenapa harus direndahkan duluan dengan konsep ekonomi Prabowo-Sandi?” kata Lathifa dalam keterangannya, Kamis (7/3/2019).

Dia juga beranggapan bahwa konsep yang diutarakan Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Dradjad Wibowo ini masih terpaku pada satu sektor saja, yaitu sektor konvensional. Sementara milenial bisa merambah berbagai bidang pekerjain lain yang non-konvensional.

Bagi angkatan muda Indonesia saat ini, pemerintahan Jokowi telah mencakupi kedua sektor tersebut. Di era Jokowi, pengembangan potensi usaha dilakukan dari kedua sisi, yaitu dari pengusaha yang menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pencari kerja.

“Sehingga yang pengusaha dibantu modal kerja dan pelatihan skill baru, lalu pencari kerja juga memiliki keahlian yang pas untuk masuk ke dunia kerja. Jadi jodoh, apalagi kalau sudah ada Kartu Pra Kerja, semuanya jadi lebih mudah,” kata polisi muda Partai NasDem ini.

Dia mendorong BPN bisa membuat konsep perekonomian yang lebih kreatif dan moderen. “Masa kapasitas dan potensi milenial mau dibatasi di sektor konvensional saja?” ucap Lathifa.

Editor : Ranto Rajagukguk