Kritisi Pengusaha Muda, Jokowi: Kelemahannya itu Sulit Berpartner

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Senin, 16 September 2019 - 15:29 WIB
Kritisi Pengusaha Muda, Jokowi: Kelemahannya itu Sulit Berpartner

Presiden Joko Widodo. (Foto: iNews.id/Isna Rifka)

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para pengusaha muda untuk saling bermitra. Seperti diketahui, generasi muda tingkat individualismenya tinggi sehingga enggan bermitra dengan yang lain termasuk di bidang bisnis.

Hal ini diungkapkannya saat membuka acara musyawarah nasional (Munas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) ke-16 di Hotel Sultan, Jakarta. Munas ini dihadiri oleh ratusan pengusaha muda dari 34 provinsi di Indonesia.

"Saya titip, kelemahan kita terutama yang muda-muda adalah sulit dan enggan untuk berpartner, ini penting sekali, bermitra," ujarnya di Jakarta, Senin (16/9/2019).

Padahal, lanjut dia, manfaat bermitra dapat mendatangkan investasi lebih banyak dari berbisnis seorang diri. Pasalnya, hal ini dapat menciptakan peluang-peluang bisnis baru.

Apalagi tahun depan 144 juta penduduk Indonesia diprediksi akan naik kelas menjadi konsumen tingkat menengah. Revolusi konsumsi ini meningkat dua kali lipat dari lima tahun lalu yang hanya 70 juta penduduk.

"Kesempatan besar agar bapak ibu saudara-saudara mendapatkan banyak sekali investasi masuk. Jadikan mereka mitra, jadikan mereka partner. Karena langkah ini baru separuh perjalanan, setengah proses," ucapnya.

Hal ini sejalan dengan misi pemerintah untuk mendatangkan investasi sebanyak-banyaknya ke Indonesia sebagai modal untuk membesarkan industri dalam negeri. Sebab, selama ini perdagangan Indonesia hanya mengandalkan komoditas sementara sektor industri terabaikan.

"Kita butuh modal dan modal, yang penting adalah revolusi mindset sehingga mampu memperkuat revolusi konsumsi dengan cara memperkuat industrialisasi," kata dia.

Pemerintah pun berupaya agar perindustrian dalam negeri dapat diperkuat agar sektor perdagangan semakin baik. Tapi pemerintah juga membutuhkan dukungan dari pengusaha terutama yang muda untuk menciptakan inovasi baru.

"Bukan hanya pemerintah yang kerja keras. Pengusaha muda kita jangan bergantung pada APBN dan APBD. Tapi bidang-bidang di luar itu juga perlu dimasuki. Pengusaha muda harus jadi pembelajar yang haus dengan teknologi. Hipmi punya. Himpunan para inovator," tutur dia.

Editor : Ranto Rajagukguk