Kunjungi Gudang Bulog, Jokowi Jamin Stok Beras Mencukupi

Antara ยท Kamis, 10 Januari 2019 - 15:31 WIB
Kunjungi Gudang Bulog, Jokowi Jamin Stok Beras Mencukupi

Presiden Joko Widodo bersama sejumlah Menteri Ekonomi dan Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso saat meninjau stok beras di Gudang Perum Bulog Divre Jakarta. (Foto: Setkab)

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan bahwa stok beras di gudang Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) mencukupi kebutuhan dan operasi pasar beras berjalan dengan baik.

"Saya hanya ingin memastikan bahwa stok cukup dan operasi pasar berjalan," kata Jokowi saat mengunjungi Gudang Perum Bulog Divisi Regional DKI Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (10/1/2019).

Dia menilai, manajemen stok Bulog lebih baik dibandingkan dengan tiga atau empat tahun lalu. "Sudah rapi sekali, ada beras yang ditaruh di valet untuk perputaran stok, sehingga bisa dilakukan dengan rapi, majemenannya sudah lebih rapi," katanya.

Ia menyebutkan, peninjauan stok kebutuhan pokok terutama beras dilakukan untuk memberikan keyakinan kepada pasar dan masyarakat bahwa memang setiap saat diperlukan pasokan Bulog yang siap dikeluarkan.

"Biasanya kalau stok sedikit, akan muncul spekulasi di pasar sehingga harus dipastikan stok mencukupi," tuturnya.

Ia menyebutkan, dengan operasi pasar beras oleh Perum Bulog saat ini ada kecenderungan harga beras turun, apalagi nanti pada Maret saat panen raya.

"Kalau mau turun drastis, stok dikeluarkan semua, tapi kan kita juga harus menjaga harga sehingga petani juga terlindungi. Perlu keseimbangan produksi dengan harga pasar, kalau harga terlalu turun nanti petani mengalami kerugian," ucapnya.

Ia juga berharap operasi pasar beras secara besar-besaran oleh Bulog saat ini juga untuk mempersiapkan perusahaan pelat merah ini agar dapat melakukan penyerapan beras petani saat panen raya mendatang.

Jokowi menyebutkan, stok beras pada akhir 2018 hingga awal 2019 mencapai 2,1 juta ton. "Biasanya pada akhir Desember, stok hanya 700.000-800.000 ton, tetapi pada akhir Desember 2018 hingga sekarang 2,1 juta ton. Ini memang besar, dulu kalau sudah Desember segini, ini masih banyak sekali," katanya sambil menunjuk tumpukan karung beras di belakangnya.

Menurut dia, stok yang ada harus digunakan untuk menjaga harga bahan pokok terutama beras bisa sedikit turun. "Saya dapat informasi dari Dirut Perum Bulog dan kemarin saya cek ke pasar sudah turun sekitar Rp50 per kg karena sudah beberapa hari ini Bulog melakukan operasi pasar besar-besaran untuk memberi suplai di pasar dan masyarakat," katanya.


Editor : Ranto Rajagukguk