Kurs Rupiah Kembali Tembus Rp14.000 per Dolar AS

Antara, Rully Ramli ยท Senin, 11 Februari 2019 - 17:10 WIB
Kurs Rupiah Kembali Tembus Rp14.000 per Dolar AS

Kurs rupiah ditutup di Rp14.034 per dolar AS, melemah 79 poin atau 0,57 persen pada perdagangan Senin (11/2/2019) sore. (Foto: ilustrasi/Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di pasar spot. Pada perdagangan Senin (11/2/2019) pagi, rupiah kembali menembus level Rp14.000 per dolar AS.

Data Bloomberg menunjukkan, rupiah berada di Rp14.034 per dolar AS, melemah 79 poin atau 0,57 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp13.955 per dolar AS.

Rupiah langsung dibuka melemah di Rp13.987 dan terus tertekan dolar AS. Meski begitu, rupiah tercatat masih terapresiasi 2,47 persen terhadap greenback sejak awal tahun.

Data Reuters juga menunjukkan, rupiah melemah ke Rp14.305 per dolar AS. Mata uang Garuda bergerak dalam rentang Rp13.970-14.069 per dolar AS.

Berdasarkan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia Senin 11 Februari 2019, rupiah terdepresiasi 3 poin menjadi Rp13.995 per dolar AS dari posisi sebelumnya di Rp13.992 per dolar AS.

Ekonom Samuel Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan, kurs rupiah melemah hari ini karena merespons data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) sepanjang 2018 yang defisit.

"NPI untuk tahun 2018 tercatat defisit sebesar 7,1 miliar dolar AS. Defisit NPI terjadi selama tiga kuartal berturut-turut, namun pada kuartal IV-2018 mencatatkan surplus sebesar 5,4 miliar dolar AS," kata Lana.

Surplus kuartal IV-2018 terjadi karena naiknya neraca modal dan finansial, terutama bersumber dari investasi portofolio yang sebesar 10,4 miliar dolar AS, sementara investasi langsung atau penanaman modal asing melambat.

"Surplus tersebut bisa menutup defisit pada neraca transaksi berjalan yang tercatat defisit sebesar 9,1 miliar dolar AS pada kuartal IV-2018 atau minus 3,57 persen dari PDB," ujar dia.

Sementara itu, secara keseluruhan, defisit neraca transaksi berjalan sepanjang 2018 tercatat 2,98 persen dari PDB, meningkat dibandingkan kinerja 2017 yang sebesar 1,6 persen dari PDB.


Editor : Rahmat Fiansyah

TAG : rupiah