Liberalisasi Akan Hilangkan Hambatan 128 Sektor Perdagangan Jasa ASEAN

Aditya Pratama ยท Kamis, 30 Juli 2020 - 22:05 WIB
Liberalisasi Akan Hilangkan Hambatan 128 Sektor Perdagangan Jasa ASEAN

Kesepakatan liberalisasi diharapkan dapat menghilangkan hambatan di 128 sektor perdagangan jasa ASEAN. (Foto: Sindonews)

JAKARTA, iNews.id - Direktur Perundingan Perdagangan Jasa, Kementerian Perdagangan, Iskandar Panjaitan mengungkapkan, tujuan liberalisasi perdagangan jasa di ASEAN. Liberalisasi diharapkan dapat menghilangkan hambatan di 128 sektor perdagangan jasa ASEAN.

Dia menyebutkan langkah ini sebagai wujud dari perjanjian perdagangan jasa dan mekanisme penyelesaian isu pelaku usaha jasa di kawasan ASEAN.

"Ini memang selangkah demi selangkah dimulai dan kita sebetulnya sudah masuk pembukaan yang hampir final. Untuk 128 sektor-sektor yang berintegrasi di antara sektor lain termasuk integrasi terhadap ekonomi, yaitu ada sekitar 29 sub sektor, air transport, e-commerce, healthcare, tourism," ujar Iskandar dalam video conference, Kamis (30/7/2020).

Selain itu, Iskandar menyebut ada sembilan sub sektor lain dan non-priority integration sector sekitar 90 sub sektor yang termasuk dalam integrasi sektor lain di bidang jasa.

"Ini suatu capaian yang besar di antara negara-negara ASEAN, negara-negara berkembang yang mau membuka pasarnya sejumlah 128. Kalau kita bandingkan dengan bandingkan kesepakatan WTO dan GATS itu yang menjadi cita-cita kita lebih tinggi," katanya.

Iskandar menuturkan, liberalisasi perdagangan jasa di ASEAN juga semakin didukung dengan adanya blueprint untuk ASEAN Economic Community sampai tahun 2025, yang dapat memperluas dan memperluas, memperdalam integrasi sektor jasa di Asean. Lalu, integrasi ASEAN ke dalam global supply chain pada sektor barang dan jasa, serta sektor jasa yang kuat dalam memfasilitasi pengembangan industri, inovasi dan efisieinsi.

"Sektor jasa itu bukan hanya sektor ekonomi yang berdiri sendiri tetapi sektor jasa ini dapat memengaruhi sektor lain. Jadi, efisiensi sangat bergantung dari peredaran jasa yang berkualitas dan modern," ujarnya.

Editor : Dani Dahwilani