Lifting Minyak Mentah di Sumbagut Diproyeksi Lampaui Target

Ilma De Sabrini ยท Senin, 30 Desember 2019 - 11:13 WIB
Lifting Minyak Mentah di Sumbagut Diproyeksi Lampaui Target

Pencapaian lifting minyak area Sumbagut tahun 2019 diperkirakan dapat mencapai target APBN 2019. (Foto: Reuters)

PEKANBARU, iNews.id - Pencapaian lifting minyak area Sumatera bagian utara (Sumbagut) tahun 2019 yang meliputi wilayah Riau, Aceh dan Sumatera Utara diperkirakan dapat mencapai target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019. Hingga akhir November angka rekonsiliasi rata-rata lifting minyak Sumbagut sebesar 214.751 barel per hari (bph), di atas target APBN sebesar 213.690 ribu bph.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Usaha Hulu Migas (SKK Migas) Sumbagut Avicenia Darwis menuturkan, upaya optimalisasi lifting terus dilakukan melalui pengurasan stok dan pengapalan serentak dari lima terminal titik serah minyak pada penghujung tahun 2019, khususnya di Terminal Dumai. Total estimasi hingga 31 Desember 2019 diperkirakan meningkat menjadi 215.100 bph, atau 1.410 bph di atas target.  

Selain Terminal Dumai, mepat titik serah lainnya adalah Terminal Buatan (Riau), FSO Gandini (Riau), Terminal Pangkalan Susu (Sumut) dan Terminal Arun (Aceh). Dari upaya tersebut tambahan volume lifting selama bulan Desember  diperkirakan mencapai 6,78 juta barel.

Adapun total angka operasional lifting selama tahun 2019 di area Sumbagut diperkirakan mencapai angka 78,5 juta barrel. PT Chevron Pacific Indonesia memiliki kontribusi terbesar dari lifting area Blok Rokan dengan estimasi capaian sebesar 88,5 persen  atau rata-rata lifting sebesar 190.494 barel per hari. 

Diikuti BOB PT Bumi Siak Pusako Pertamina Hulu, Pertamina EP Asset 1 Field Rantau dan Field Lirik , Energi Mega Persada Malaca Strait S.A dan Medco E&P Malaka. Dia mengatakan, pencapaian lifting ini berkat kerja sama SKK Migas dan KKKS yang bahu membahu memenuhi target lifting Sumbagut tetap terjaga dan memenuhi target APBN 2019.

“Syukur alhamdulilah, lifting wilayah Sumbagut tercapai, berkat kolaborasi antara pekerja teknis dan non teknis,” ujar Avi dalam keterangannya, Senin (30/12/2019).

Permasalahan-permasalahan yang muncul untuk memenuhi target APBN, di antaranya permasalahan security, cuaca dan illegal taping dapat ditekan dan teratasi dengan baik, berkat kerja sama yang baik antara SKK Migas Sumbagut, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan stakeholder.

“Dari awal tahun kita sudah mulai concern terhadap permasalahan yang muncul, dan mengatasinya agar tidak berpengaruh dengan penurunan produksi minyak,” kata Avicenia.

Pada 2020, SKK Migas Sumbagut dan KKKS berharap lifting dapat kembali melampaui target yang ditetapkan perintah. Upaya yang dilakukan adalah dengan mempertahankan produksi lapangan eksisting dan melakukan pengembangan sumur baru eksplorasi di wilayah offshore, yaitu wilayah Andaman, Aceh.

Editor : Ranto Rajagukguk