LPDB-KUMKM Gelar Insyaf Dorong Literasi Keuangan Syariah

Diaz Abraham ยท Jumat, 09 November 2018 - 11:22 WIB
LPDB-KUMKM Gelar Insyaf Dorong Literasi Keuangan Syariah

Direktur Utama LPDB-KUMKM Braman Setyo. (Foto: iNews.id/Diaz Abraham)

JAKARTA, iNews.id - Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) akan menyelenggarakan acara Indonesia Syariah Fair (Insyaf) pada 27-29 November 2018 di Jakarta. Acara ini bertujuan untuk mendorong market share keuangan syariah yang kini masih minim atau hanya sebesar 5,3 persen.

Selain itu, acara ini diharapkan meningkatan kesadaran masyarakat tentang literasi keuangan syariah. Gelaran tersebut akan mempertemukan calon mitra LPDB KUMKM. Lalu nantinya akan ada approval massal yang akan dilakukan guna meningkatkan penyaluran dana kepada para pelaku usaha.

"Salah satu kegiatan utama dalam acara ini adalah Table Top, di mana akan mempertemukan LPDB KUMKM dengan stakeholder terkait seperti koperasi syariah, bank syariah, BPR syariah dan BPD syariah. Nantinya lewat Table Top akan diadakan approval massal calon mitra LPDB KUMKM yang mengajukan pinjaman lewat skema pembiayaan syariah. Harapannya, approval massal menjadi salah satu cara untuk meningkatkan penyaluran dana bergulir dari LPDB-KUMKM,"ucap Direktur Utama LPDB-KUMKM, Braman Setyo kepada wartawan di Jakarta, Jumat (19/10).

Dia menambahkab, acara Insyaf akan menitikberatkan pada usaha mikro sehingga muncul Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) yang lebih besar. Dengan begitu, LKMS akan berfungsi sebagai lembaga inklusi bagi masyarakat dan fokus terhadap pengusaha mikro dan kecil.

“Insyaf akan fokus pada arah baru keuangan syariah yang lebih inklusif dan banyak menitikberatkan pada usaha mikro, juga ingin mendorong agar muncul Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) lebih besar lagi. Sehingga, LKMS ini selain berfungsi sebagai lembaga inklusi bagi masyarakat atau akses ke perbankan. Juga, bisa dijadikan sebagai instrumen keuangan yang fokus melayani kebutuhan permodalan bagi pengusaha mikro dan kecil," kata Braman.

Sepanjang 2018 ini, LPDB-KUMKM baru menyalurkan Rp38,5 miliar atau sebesar 3,21 persen dari target penyaluran Rp1,2 triliun. Namun, Braman optimistis 86 persen dari total Rp1,2 triliun akan tersalurkan di akhir tahun.

“Terkait dengan rendahnya penyaluran saat ini, manajemen tidak diam. Tetapi, telah melakukan beberapa hal, diantaranya, moratorium penyaluran dana untuk memverifikasi data yang ada. Kedua, membenahi peraturan dan kebijakan untuk mengikuti Peraturan Menteri Koperasi dan UKM No.8 Tahun 2018 guna mempermudah akses permodalan ke LPDB-KUMKM. Ketiga, melakukan pembenahan proses bisnis agar tidak terjadi lagi masalah-masalah di waktu yang akan datang," tutur dia..

Namun Braman optimistis pihaknya dapat mencapai target tersebut. "Berdasarkan proses yang berjalan untuk potensi penyaluran melalui skim konvensional sebanyak 26 proposal dengan jumlah plafon pengajuan Rp845,74 juta dan melalui skim syariah sebanyak 15 proposal dengan jumlah plafon pengajuan Rp342,5 juta Sehingga total berjumlah Rp1,18 miliar," ungkap Braman," katanya.

Untuk menjadi lembaga yang inklusif, LPDB-KUMKM telah mensinergikan penyaluran dana bergulir dengan melakukan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan berbagai pihak, di antaranya, dengan Dinas Koperasi dan UKM, lembaga penjamin, perguruan tinggi, lembaga financial technology, PLUT, BUMN, dan lembaga lainnya.


Editor : Ranto Rajagukguk