Marak Kecelakaan Konstruksi, 4 Proyek Strategis Ini Dievaluasi

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Rabu, 21 Februari 2018 - 19:59:00 WIB
Marak Kecelakaan Konstruksi, 4 Proyek Strategis Ini Dievaluasi
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (Foto: iNews.id/Isna)

JAKARTA, iNews.id - Proyek Strategis Nasional (PSN) yang digagas Presiden Joko Widodo (Jokowi) ditargetkan pada 2019 sudah dibangun konstruksinya. Dari 245 proyek yang ada di PSN, baru 26 proyek yang telah rampung dan beroperasi selama 2017 lalu.

Hanya saja dengan kejadian kecelakaan proyek infrastruktur belakangan ini, Jokowi meminta evaluasi untuk proyek-proyek tersebut. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, setidaknya ada empat proyek besar yang akan dievaluasi secara menyeluruh.

"Saya tidak persis tahu tapi yang besar itu pasti LRT (Light Rail Transit) Palembang, Jakarta ada dua LRT ada DDT (Double-Double Track) itu yang besar ya, yang lain relatif tidak besar," kata Budi saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (21/2/2018).

Banyak kalangan menilai, kecelakaan konstruksi terjadi karena pemerintah terlalu terburu-buru mengejar target untuk penyelesaiannya. Namun, Budi mengatakan, penyebab kecelakaan itu ada indikasi kelebihan jam kerja (over work).

"Untuk pekerjaan itu kan saya belum dapat report untuk over work, tapi indikasi ada," ucapnya

Menurutnya, Standard Operating Procedure (SOP) yang berlaku selama ini tidak memenuhi ketentuan keselamatan. Untuk itu pemerintah berlakukan penghentian sementara proyek-proyek elevated supaya semua kontraktor itu mengajukan SOP

"Kita yakini SOP lama tidak memenuhi ketentuan keselamatan. Dengan SOP ada konsultan independen, apakah SOP itu memenuhi syarat baru bisa dilanjutkan," ujarnya.

Namun meski pemberhentian ini dilakukan secara serentak, tapi dimulai kembalinya tergantung dari hasil evaluasi. Sebab, ada beberapa proyek yang diprioritaskan terkait dengan perhelatan Asian Games di Palembang.

Untuk pelaksanaan evaluasi, pemerintah akan membentuk sebuah tim independen uang terdiri dari kontraktor BUMN dan swasta sebanyak lima sampai tujuh orang. Tim independen ini akan dipimpin oleh Ketua Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI), Budi Harto.

Nantinya tim independen ini akan memberikan bimbingan kepada kontraktor proyek mengenai apa yang harus dilakukan. Kemudian juga mengevaluasi prosedur dan metode kerja yang dilaksanakan terkait kualitas dan keselamatan kerja.

Seperti diketahui, proyek-proyek infrastruktur saat ini didominasi oleh kontraktor-kontraktor BUMN Karya dengan jumlah proyek yang banyak dan nilai yang besar sekali. Namun kemampuan mereka pasti ada batasnya, sehingga menyebabkan tingkat ketelitian dan kehati-hatian mereka di dalam menyelesaikan pekerjaan menjadi terpecah.

Editor : Ranto Rajagukguk