Masuki New Normal, Airlangga Hartarto Sebut Ada 2 Program Disiapkan

Suparjo Ramalan ยท Rabu, 27 Mei 2020 - 17:31 WIB
Masuki New Normal, Airlangga Hartarto Sebut Ada 2 Program Disiapkan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah tengah menyiapkan skenario pelaksanaan new normal atau tatanan kehidupan normal baru. Dua program yang disiapkan di antaranya, Exit-Strategy Covid-19 dan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2020.

Untuk program Exit-Strategy Covid-19 akan dimulai secara bertahap pada setiap fase pembukaan ekonomi. “Dua program pun dirancang secara bersamaan, jadi pemerintah membuat rencana agar kehidupan berangsur-angsur berjalan ke arah normal, sambil memperhatikan data dan fakta yang terjadi di lapangan. Data tersebut tentu akan dikoordinasikan dan bermuara di BNPB,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto konferensi pers virtual, Rabu (27/5/2020). 

Dalam penerapan new normal, lanjut Airlangga, pihaknya membuat tahapan penilaian kesiapan berdasarkan sistem scoring yang mencakup dua dimensi. Pertama, dimensi Kesehatan terdiri dari perkembangan penyakit, pengawasan virus, dan kapasitas pelayanan kesehatan.

Kedua, dimensi Kesiapan Sosial Ekonomi yang mencakup protokol-protokol untuk setiap sektor, wilayah, dan transportasi yang terintegrasi satu dengan lainnya.

Sementara itu, penerapan protokol kesehatan tetap berjalan dalam kondisi new normal dengan menyesuaikan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Protokol ini di antaranya membersihkan tangan dengan sabun dan air bersih, menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, menerapkan physical distancing, isolasi mandiri jika terpapar kasus positif dan sakit, serta pengecekan suhu di setiap gedung atau kantor. 

Dia pun mengatakan, dalam skenario new normal ini hanya bisa dicapai apabila pemerintah bersama-sama dengan masyarakat merespons dengan cepat upaya menekan tingkat infeksi dan kematian akibat Covid-19.

“Kita dorong pemulihan ekonomi dengan cepat melalui pembukaan kegiatan ekonomi setelah kurva melandai dan melakukan dorongan fiskal dan moneter sehingga diharapkan kita bisa keluar dari resesi ekonomi,” ujarnya.

Editor : Ranto Rajagukguk