Melambat, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III-2018 Diprediksi 5,08 Persen

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Sabtu, 03 November 2018 - 21:11:00 WIB
Melambat, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III-2018 Diprediksi 5,08 Persen
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA, iNews.id - Badan Pusat Statistik (BPS) pekan depan akan merilis data pertumbuhan ekonomi kuartal III 2018. Pada kuartal sebelumnya, pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,27 persen.

Ekonom dari Universitas Indonesia Fithra Faisal Hastiadi mengatakan, pada periode ini diproyeksikan pertumbuhan ekonomi akan melambat dari periode sebelumnya meskipun masih berada di atas level 5 persen.

"(Pertumbuhan ekonomi) triwulan III sepertinya akan turun dari triwulan II, itu berdasarkan prediksi saya 5,08 persen dari sebelumnya 5,27 persen," ujarnya saat dihubungi iNews.id, Sabtu (3/11/2018).

Pasalnya, selama kuartal III 2018 ini nilai tukar rupiah terus bergejolak akibat sentimen dari global. Bahkan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan, hingga kuartal III 2018 nilai tukar rupiah melemah 10 persen.

Namun, rupiah saat ini berhasil menguat tajam terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot dalam tiga hari terakhir. Dengan begitu, rupiah keluar dari level Rp15.000 pada penutupan perdagangan Jumat (2/11/2018) sore. Data Bloomberg menunjukkan, rupiah berada di level Rp14.955 per dolar AS, menguat 172 poin dibandingkan posisi sebelumnya di Rp15.127 per dolar AS.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi yang melambat ini juga diakibatkan oleh adanya tekanan dari defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD). BI memprediksikan CAD pada kuartal III 2018 akan lebih besar dari kuartal II 2018 yang sudah di level 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, angka dari kuartal III ini dipastikan tidak lebih besar dari 3,5 persen dari PDB.

"Jadi hal yang mengganggu pertumbuhan ekonomi adalah salah satunya karena efek volatilitas rupiah dan tekanan dari CAD," ucapnya.

BI sebelumnya memprediksi pertumbuhan ekonomi selama 2018 di bawah level 5,2 persen. Padahal, pemerintah menargetkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar 5,4 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, jika dihitung dengan metode filtering maka pertumbuhan ekonomi berpotensi mencapai 5,6 persen. Sementara berdasarkan metode fungsi produksi mencapai 6 persen.

"Kan ekonomi kita diperkirakan bergerak antara 5-5,4 persen, kemungkinan akan berada sedikit di bawah 5,2 persen," ujarnya di Masjid BI, Jakarta, Jumat (28/9/2018).

Dengan demikian, prediksi pertumbuhan ekonomi tersebut di bawah potensial output yang bisa diperoleh. Padahal seharusnya, ekonomi Indonesia masih bisa tumbuh hingga 6 persen.

Editor : Ranto Rajagukguk