Mendag Sebut RI Tak Mungkin Setop Impor, Ini Pertimbangannya

Rully Ramli ยท Selasa, 16 April 2019 - 15:47 WIB
Mendag Sebut RI Tak Mungkin Setop Impor, Ini Pertimbangannya

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menekankan bahwa impor merupakan satu keharusan bagi negara yang menjalankan perdagangan internasional. Negara tidak bisa hanya melakukan ekspor dalam skema perdagangan internasional.

Menurut dia, kerja sama perdagangan internasional kini tidak akan menerima impor dari negara yang hanya melakukan ekspor. Tindakan ini dinilai tidak adil dalam suatu skema perdagangan internasional.

"Kalau kita mau ekspor, tidak mau impor, negara yang mau diimpor akan hilang. Karena ekspor diterima negara lain, itu impor bagi mereka. Dalam perdagangan kita harus bisa memberi dan menerima," tutur Enggar di ICE BSD, Tangerang, Selasa (16/4/2019).

Enggar menambahkan, untuk menjadi negara yang maju, suatu negara harus bisa terbuka terhadap perdagangan internasional. Ia kemudian mencotohkan negara seperti China dan Vietnam yang telah melakukan transisi menjadi negara terbuka untuk menjadi negara maju.

"Vietnam ambil contoh, sudah berkembang pesat dan bahkan melampaui Indonesia. Kenapa? Karena dia sudah membuka diri lebih awal dari kita. Kita memang membuka diri tapi tidak ditindaklanjuti," tuturnya.

Oleh karenanya, Mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu menegaskan bahwa tidak mungkin suatu negara tidak mungkin bisa berkembang dengan pesat untuk melakukan impor.

"Jadi tidak mungkin kita mau mengatakan, kita hentikan impor. Kita hanya ekspor. Itu agak sulit diterima akal sehat," ucap Enggar.

Sebagai informasi, pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) memiliki fokus untuk melakukan pembangunan infrastruktur secara besar-besaran. Hal ini kemudian membuat impor meroket, yang dibuktikan dengan defisit sebesar 8,57 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada tahun lalu.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, neraca perdagangan Maret 2019 surplus 540,2 juta dolar AS. Namun, surplus neraca dagang itu bukan ditopang kenaikan ekspor, melainkan impor migas yang turun tajam.

Kepala BPS Suhariyanto menyebut, nilai ekspor pada bulan lalu tercatat 14,03 miliar dolar AS. Meski naik 11,71 persen dibandingkan bulan sebelumnya, kinerja ekspor Maret 2019 turun 10,01 persen dibanding bulan yang sama tahun lalu sebesar 15,59 miliar dolar AS.


Editor : Ranto Rajagukguk