Mengenal Fungsi Jalan dari Masa ke Masa, Penggerak Roda Perekonomian Sejak Zaman Hindia Belanda

Rizqa Leony Putri · Senin, 07 Desember 2020 - 14:52:00 WIB
Mengenal Fungsi Jalan dari Masa ke Masa, Penggerak Roda Perekonomian Sejak Zaman Hindia Belanda
Jalan semasa Hindia Belanda. (Foto: PUPR)

JAKARTA, iNews.id - Sejalan dengan panjangnya rentang waktu perjalanan sejarah kebudayaan Indonesia, yaitu sejak era prasejarah hingga era sejarah. Maka besar kemungkinan jalan di Indonesia telah ada sejak masa prasejarah atau sejak masyarakat Indonesia belum mengenal baca tulis. 

Menurut hasil penelitian 'Jalan di Indonesia' yang dilakukan oleh Kementerian PUPR, Jenis jalan yang pertama kali dikenal bangsa Indonesia pada masa prasejarah besar kemungkinan adalah jenis jalan yang kini disebut dengan jalan setapak (footpath). Sang ahli mengartikan jalan setapak sebagai lajur di mana masyarakat dapat berjalan kaki, misalnya melalui lapangan dan hutan.

Secara konseptual jalan setapak berbeda dengan trotoar (footway). Trotoar merupakan bagian dari sebuah jalan, yang secara khusus diperuntukkan bagi pejalan kaki, sehingga terpisah dari jalur kendaraan. Trotoar biasanya terdapat di sebelah kanan dan kiri jalan.

Dalam perkembangannya kemudian, jalan memainkan peran yang semakin penting sejalan dengan perkembangan kebudayaan mayarakat Indonesia pada saat memasuki sejarah. Jalan yang semula hanya berfungsi sebagai tempat perlintasan orang, kemudian berfungsi pula sebagai tempat perlintasan kendaraan.

Kemudian juga, mulai kendaraan yang ditarik dengan tenaga hewan hingga kendaraan yang menggunakan tenaga mesin. Perkembangan fungsi jalan sebagai tempat perlintasan kendaraan ini bergerak secara evolusioner sejak masa Hindu Budha, Islam, hingga penetrasi kolonial.

Cukup banyak jalan yang kemudian dibangun semasa pemerintahan Hindia Belanda atau sejak awal abad ke-19 hingga tahun 1942. Jalan yang dibangun dalam abad ke-19 dan abad ke-20, tidak hanya dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda, tetapi juga dibangun oleh para penguasa pribumi, khususnya para bupati. Semasa Hindia Belanda pula, fungsi jalan merupakan penggerak roda perekonomian agar semakin menguat. 

Perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia yang semakin maju dari waktu ke waktu menjadikan jalan memainkan peran yang semakin penting di era kemerdekaan. Penting dan strategisnya makna keberadaan jalan di era kemerdekaan secara eksplisit terlihat dari pembangunan jalan yang tidak pernah henti di era kemerdekaan, khususnya sejak era pemerintahan Presiden Soeharto hingga era pemerintahan Presiden Joko Widodo. #CM

Editor : Rahmat Fiansyah

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda