Menhub Budi Karya: Korupsi Itu Merusak, Fatal Bagi Suatu Negara

Aditya Pratama ยท Kamis, 13 Februari 2020 - 14:08 WIB
Menhub Budi Karya: Korupsi Itu Merusak, Fatal Bagi Suatu Negara

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyambut baik kehadiran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini ke kantornya dalam acara Sarasehan Anti-Korupsi. Adanya acara ini sekaligus untuk mengingatkan bahayanya perbuatan korupsi.

"Kita tahu korupsi itu merusak, sangat fatal untuk suatu negara. Oleh karenanya kita harus lakukan effort yang luar biasa," ujar Budi di kantornya, Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Budi berharap, ke depannya para Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenhub dapat menjalankan fungsi pemerintahan yang good governance dan antikorupsi sehingga membuat negara semakin hebat.

"Diharapkan teman-teman Kemenhub memerhatikan bangsa dengan tidak lakukan korupsi," kata dia.

Untuk melakukan pencegahan korupsi di internal Kemenhub, mantan Direktur Utama Jakarta Propertindo ini menyebut ada tiga hal yang bisa dilakukan. Pertama memilih orang yang memiliki track record baik, lalu selalu mengingatkan pentingnya pencegahan korupsi dan penggunaan teknologi dengan meniadakan tatap muka.

Sementara itu, Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, kegiatan hari ini sekaligus menjadi pencanangan komitmen pembentukan zona integritas yang dilaksanakan Kemenhub. Zona integrasi penting untuk Kemenhub dalam menjadikan wilayah bebas korupsi dan wilayah bersih dalam melayani.

"Tadi yang disampaikan Pak Menhub, beliau sudah melakukan beberapa hal untuk mewujudkan zona integritas. Antara lain penguatan sistem pengawasan internal, penguatan aparatur pengawas pemerintah. Ini menjadi penting kalau saja seluruh inspektur bekerja optimal, melakukan perbaikan, pengajian sistem pelayanan dan pengadaan barang dan jasa, tentu tak terjadi korupsi," ucap Firli.


Editor : Ranto Rajagukguk