Menhub Pastikan Karhutla di Sumatera dan Kalimantan Belum Ganggu Penerbangan

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Jumat, 13 September 2019 - 20:02 WIB
Menhub Pastikan Karhutla di Sumatera dan Kalimantan Belum Ganggu Penerbangan

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melihat operasional transportasi udara masih belum terganggu akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Sumatera dan Kalimantan. Pasalnya, asap karhutla yang tebal biasanya dapat mengganggu penglihatan operator pesawat.

Meski begitu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, jika karhutla ini tidak segera dihentikan, dikhawatirkan asap akan menebal sehingga mengganggu aktivitas penerbangan.

"Sejauh ini belum ada dampak yang serius ya, tapi ke depan kalau tidak ada upaya-upaya menyelesaikan, ini akan serius," ujarnya di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (13/9/2019).

Untuk mengantisipasi hal tersebut, dia meminta Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub untuk terus melakukan koordinasi yang intensif dengan kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menyelesaikan masalah asap tersebut.

"Menurut keterangan, memang Riau yang dalam posisi paling besar, karena dua hal, yang dari selatan itu ke arah Riau dan dari Riau tidak bisa ke mana-mana karena ada angin tertentu yang di Selat Malaka, jadi mereka (asap) setop di Riau," ucapnya.

Sebelumnya, Kepala BNPB Doni Monardo turun langsung dalam proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau, Rabu (11/9/2019). Dalam pemantauannya melalui udara, titik api terlihat mendekati sejumlah kilang pompa minyak milik Pertamina, berjarak hanya kurang dari 40 meter.

"Ini sangat membahayakan karena ada sumur minyak yang jika tersambar api dapat menimbulkan kebakaran fatal maupun kerusakan lingkungan," ujar Doni di lokasi sumur minyak Pertamina Hulu Energi, Rabu (11/9/2019).

Menurut dia, kondisi karhutla ini terjadi di Desa Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau. Daerah ini akan menjadi prioritas utama dalam pemadaman.

"Memadamkan kebakaran lahan gambut ini tidaklah mudah. Kami akan prioritaskan untuk daerah ini, tadi juga sudah ada dua helikopter yang lakukan water bombing," katanya.


Editor : Ranto Rajagukguk