Menkeu Waspadai Ancaman Resesi Ekonomi Global

Rully Ramli ยท Senin, 09 September 2019 - 22:32 WIB
Menkeu Waspadai Ancaman Resesi Ekonomi Global

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Humas Setkab)

JAKARTA, iNews.id - Perekonomian global terancam resesi, terutama datang dari negara-negara maju seperti AS, China, dan Eropa. Situasi semakin diperparah dengan adanya perang dagang AS-China yang tak berkesudahan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan pemerintah akan terus mewaspadai potensi resesi global, terutama dampaknya terhadap Indonesia. Menurut dia, tanda-tanda resesi memang sudah terlihat, namun belum bisa dipastikan.

"Karena exposure di negara maju resesi bentuknya bagaimana, apakah hanya dalam dua kuartal negatif tapi kemudian positif lagi, atau ini berkelanjutan kita belum tahu. Kita akan ikuti saja," ujarnya di Jakarta, Senin (9/9/2019).

BACA JUGA:

Luhut Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI Tidak Akan Jatuh di Bawah 5 Persen

Ekonomi Global Tak Menentu, Indonesia Jauh Lebih Baik daripada Turki dan Rusia

Secara teori, suatu perekonomian dikatakan masuk jurang resesi apabila pertumbuhan ekonomi melambat secara berturut-turut minimal dalam dua kuartal.

Dari sisi fiskal, Menkeu menyebut pemerintah akan fleksibel untuk mengalokasikan anggaran agar dampak negatif dari resesi bisa diminimalisir. Setiap tindakan, kata dia, akan diambil setelah melakukan kajian.

"Kalau antisipasi kita lihat instrumennya dan kita lihat nature-nya seperti apa pelemahan global ini berasal dari energi dalam jalur apa, apakah ini terkena sisi eksternal atau ekspor atau dia masuk ke yang lain," tuturnya.

Meski begitu, Menkeu optimistis ekonomi Indonesia tetap tumbuh positif di tengah kondisi global yang tak menentu. Dia menjamin APBN sebagai instrumen fiskal berada pada kondisi yang baik dan kredibel.

"Kita komprehensif melihat ini berarti APBN kita sehat untuk punya space melihatnya," ucap dia.


Editor : Rahmat Fiansyah