Menko Airlangga: BPK Memiliki Peran dalam Proses Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi

Suparjo Ramalan ยท Selasa, 15 Juni 2021 - 21:06:00 WIB
Menko Airlangga: BPK Memiliki Peran dalam Proses Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Ketua BPK Agung Firman Sampurna. Foto: Ist

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, koordinasi dengan seluruh stakeholder harus terus ditingkatkan demi membangkitkan ekonomi di masa pandemi Covid-19. Salah satunya, dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang memiliki peran penting dalam proses pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19. 

Koordinasi dengan berbagai pihak harus dilakukan supaya kebijakan dan stimulus yang dikeluarkan pemerintah di masa pandemi ini berjalan baik. Adapun berbagai stimulus yang dikeluarkan untuk menghadapi tantangan kemiskinan, ketimpangan dan pengangguran akibat dampak pandemi. Saat ini tingkat jumlah yang bekerja di bawah jam kerja berhasil berkurang yang semula 19 juta orang turun sebanyak 10,02 juta orang di tahun ini, sehingga mereka sudah kembali kepada jam kerja dan artinya aktivitas sudah kembali dimulai. 

Airlangga mengatakan, pencapaian ini harus terus dijaga dan ditingkatkan agar ekonomi dapat pulih lebih cepat. Melihat proses pemulihan yang sudah on track tersebut, perekonomian Indonesia dipercaya akan rebound pada tahun ini, dengan perkiraan pertumbuhan di kisaran 4,5–5,3 persen.

“Pemerintah terus fokus dalam penanganan kesehatan yang disinergikan dengan kebijakan ekonomi untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional. Hal ini sesuai arahan Bapak Presiden yang menghendaki adanya keseimbangan gas dan rem dalam upaya Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional,” kata Airlangga dalam webinar yang diselenggarakan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), Selasa (15/6/2021).

Program pelatihan semi-bansos Kartu Prakerja diinisiasi pemerintah untuk diberikan kepada para angkatan kerja yang terdampak Covid-19. Tahun 2020, Kartu Prakerja telah diberikan kepada 5,9 juta penerima dengan berbagai kisah sukses yang muncul hasil dari pelatihan dan pemanfaatan insentif yang diterima. Sedangkan selama semester I tahun 2021, Kartu Prakerja telah diberikan kepada 2,8 juta penerima.

“Lulusan Program Kartu Prakerja yang telah menerima pelatihan dapat menjalankan usaha produktif dengan dukungan pembiayaan dari integrasi program KUR dan Prakerja. Integrasi program ini diharapkan dapat mendorong pemulihan ekonomi nasional melalui penguatan basis pelaku usaha skala mikro dan kecil,” ucap Airlangga.

Editor : Jujuk Ernawati

Halaman : 1 2