Menko Airlangga: RI Salah Satu Negara yang Mampu Tangani Pandemi sekaligus Pulihkan Ekonomi

Rina Anggraeni ยท Rabu, 08 Desember 2021 - 21:14:00 WIB
Menko Airlangga: RI Salah Satu Negara yang Mampu Tangani Pandemi sekaligus Pulihkan Ekonomi
Menko Airlangga: RI salah satu negara yang mampu tangani pandemi sekaligus pulihkan ekonomi. (foto: Kemenko Perekonomian)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia merupakan salah satu negara yang mampu secara berimbang menangani pandemi dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). 
 
Perekonomian Indonesia sudah ditangani dengan cukup baik pada masa pandemi Covid-19. Diharapkan pada kuartal IV 2021, pertumbuhan ekonomi bisa menyentuh angka 4,5-5,5 persen (yoy). Sementara untuk pertumbuhan tahunan sepanjang 2021 ditargetkan sebesar 3,7-4 persen (yoy).

“Kuncinya adalah kebijakan fiskal dan moneter yang pas, serta kombinasi kerja sama antara pemerintah dan Bank Indonesia dalam burden sharing, dan yang ketiga adalah reformasi struktural yang dilakukan melalui UU Cipta Kerja,” kata dia di Jakarta, Rabu (8/12/2021).

Pada kuartal III 2021, data Badan Pusat Statistik menunjukkan Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 3,51 persen (yoy). Pulau Jawa memberikan kontribusi ekonomi tertinggi sebesar 57,55 persen dengan nilai pertumbuhan ekonomi sebesar 3,78 persen, kemudian diikuti oleh kontribusi ekonomi yang cukup signifikan sebesar 21,95 persen dari Pulau Sumatera dengan nilai pertumbuhan ekonomi 3,03 persen.

Airlangga menyebutkan, banyak lembaga internasional, termasuk Bank Dunia, yang mengapresiasi upaya Indonesia dalam menyeimbangkan penanganan Covid-19 dan PEN. Hal ini menjadi catatan tersendiri karena Indonesia sebagai negara berkembang mampu berdiri sendiri di tengah pandemi. 

Menurutnya, kredibilitas itu sangat membantu ketika Indonesia diamanatkan untuk memegang Presidensi G20 dan Indonesia akan bersama-sama negara anggota lainnya menentukan arah global ke depan.

“Pada G20 kali ini, negara-negara berkembang akan terwakili karena Indonesia adalah Presidensi pertama dari kelompok negara berkembang. Kita juga mengundang negara yang menjadi Ketua Uni Afrika yaitu Republik Demokratik Kongo, serta yang merepresentasikan pembangunan progresif di Afrika yaitu Rwanda. Prinsipnya di G20 Indonesia adalah Recover Together, Recover Stronger, jadinya no one left behind,” tutur Airlangga.

Ada tiga agenda utama bagi Indonesia untuk digaungkan di G20. Pertama, isu kesehatan dan peningkatan kapasitas. Indonesia mempunyai banyak model yang bisa dijadikan prototipe ke global. 

“Kita bisa menjaga dari sisi kesehatan dengan menjalankan PPKM dengan kekuatan Puskesmas, lalu proses vaksinasi dengan bantuan Posyandu dan TNI/Polri, dan keseluruhan integrasi sistem ini, negara lain tidak punya,” ucap Airlangga.

Kedua, dalam situasi pandemi telah berhasil on-board sebanyak 9 juta UMKM lokal. Dalam hal ini, digitalisasi terbukti menjadi akselerator dalam perekonomian, termasuk melalui inklusi keuangan. 

Airlangga menyampaikan tentang Program Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang ditargetkan menyelesaikan persoalan kemiskinan ekstrem, di mana hal ini juga menjadi target dari negara-negara berkembang. Presiden Joko Widodo telah menargetkan 35 kabupaten/kota dari 7 provinsi sebagai pilot project untuk program ini.

Indonesia juga akan membuat survei kemiskinan (susenas) mini di Desember 2021 ini, dengan tujuan untuk mengkalibrasi program berikutnya dalam penanganan kemiskinan. Di Januari 2022, pemerintah akan mengevaluasi semua Program Perlinsos, kemudian mengkalibrasi di Februari 2022, dan di Maret 2022 akan dilakukan susenas yang sesungguhnya.

Ketiga, Indonesia akan membahas mengenai transisi energi. Airlangga menuturkan, penting bagi Indonesia untuk menuju zero emission. Caranya, Indonesia harus menentukan bauran energi sendiri. 

“Jadi dalam situasi seperti ini, kita harus membuat prototipe yang jelas, sehingga kita bisa membuat kebijakan seperti yang diminta Bapak Presiden, yaitu down to earth atau bisa dilaksanakan,” kata dia.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel: