Menko Darmin Beberkan Alasan Pemerintah Fokus Kembangkan Vokasi

Rully Ramli ยท Rabu, 26 Juni 2019 - 22:19 WIB
Menko Darmin Beberkan Alasan Pemerintah Fokus Kembangkan Vokasi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. (Foto: iNews.id/Rully Ramli)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah memutuskan untuk fokus melakukan pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Hal ini berbeda dengan periode 2014-2018 yang fokus dalam pembangunan infrastruktur.

"Sama seperti di (periode) pertama pemerintah (Joko Widodo) fokus membangun infrastruktur. Dalam periode kedua pemerintah akan fokus memperbaiki kualitas sumber daya manusia," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Ia menjelaskan, salah satu strategi yang disiapkan untuk merealisasikan hal tersebut ialah melalui pelatihan vokasi.

Periode pelatihan vokasi yang tidak begitu panjang disebut menjadi salah satu alasan utama pemerintah memilih strategi. Menurutnya, pelatihan vokasi akan memberikan keterampilan lebih bagi SDM nasional, dengan waktu yang lebih singkat dibandingkan pendidikan formal.

"Kita melihat jalur science itu lama ceritanya, sementara sebagian besar tenaga kerja yang bekerja itu pendidikannya paling SD, SMP, SMK. Sehingga kita perlu membekali para pemuda kita dengan keterampilan. Kalau bicara keterampilan itu adalah vokasi," tutur dia.

Pemerintah juga telah menyiapkan dua bentuk program pelatihan vokasi. Yang pertama ialah pelatihan serupa dengan program Balai Latihan Kerja (BLK) yang hanya memakan waktu pelatihan antara tiga sampai lima bulan.

Meskipun begitu, Darmin mengakui bahwa program BLK yang saat ini sudah dijalankan masih belum maksimal dan perlu ada perbaikan.

"Model yang ada sekarang walau bukan model yang baik adalah BLK. BLK ada yang baik dan tidak baik," ujarnya.

Lalu, program kedua yang disiapkan pemerintah ialah perbaikan kurikulum SMK. Sebab, menurut Mantan Gubernur Bank Indonesia itu, masih banyak kualitas SMK yang ada saat ini masih kurang baik.

"Kemudian ada tempat praktik lebih dari itu ada tempat magang. Tidak ada magang maka vokasi tidak jalan," ucap dia.


Editor : Ranto Rajagukguk