Menko Darmin Optimistis Ekonomi Kuartal III Tetap Tumbuh di Atas 5 Persen

Rully Ramli ยท Rabu, 09 Oktober 2019 - 14:42 WIB
Menko Darmin Optimistis Ekonomi Kuartal III Tetap Tumbuh di Atas 5 Persen

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah mengakui kondisi global yang semakin tidak stabil akan menjadi sentimen negatif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Kendati demikian, kondisi ini diyakini tidak akan berdampak terlalu signifikan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, China dan Amerika Serikat (AS) merupakan negara mitra dagang utama Indonesia. Dengan semakin panasnya tensi dagang antara kedua negara adidaya tersebut, maka neraca dagang Indonesia dengan AS dan China dipastikan akan terdampak.

Namun, apabila dilihat porsi sumbangan pertumbuhan ekonomi, nett ekspor bukan merupakan yang terbesar. Sehingga dampak dari pelemahan dagang dengan kedua negara dinilai tidak akan terlalu signifikan.

"Pengaruh perdagangan global itu ada tapi enggak sebanyak misalnya Malaysia, apalagi Singapura. Singapura sudah 0 (pertumbuhan ekonominya). Nah, kalau ditanya ada dampaknya? Ada, karena negara tujuan utama ekspor kita adalah Amerika dan China," ujarnya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Apabila melihat data realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal II 2019, konsumsi rumah tangga masih menjadi pendongkrak utama, dengan angka pertumbuhan sebesar 5,17 persen. Sedangkan ekspor nett (ekspor dikurangi impor) terkontraksi 1,84 persen.

Mantan Gubernur Bank Indonesia itu mengakui, bahwa selama hampir 6 bulan terakhir baik ekspor maupun impor nasional mengalami pelemahan.

"Tetapi sejak bulan lalu kalau enggak salah sudah membaik lagi," katanya.

Oleh karenanya, Darmin optimistis pertumbuhan ekonomi kuartal III 2019 akan berada di atas 5 persen. Pasalnya, konsumsi rumah tangga diyakini masih menjadi sumber utama pertumbuhan ekonomi.

"Karena memang kita bergantung pada demand dalam negeri daripada ekspor. Jadi jangan dicampur aduk kalau dunia lagi payah terus kita dianggap juga payah," ucap dia.


Editor : Ranto Rajagukguk