Menko Luhut Tahan 2 Perusahaan untuk Ekspor Nikel

Ilma De Sabrini ยท Senin, 11 November 2019 - 19:05 WIB
Menko Luhut Tahan 2 Perusahaan untuk Ekspor Nikel

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan telah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terkait eksportir bijih nikel. Dari hasil evaluasi, terdapat dua perusahaan yang belum diperkenankan untuk mengekspor hasil produksi nikelnya.

"Soal nikel, itu masih ada dua perusahaan (belum), sudah dibicarakan dengan bea cukai tadi itu, sama (Kementerian) ESDM," kata Luhut di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (11/11/2019).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu Heru Pambudi menyatakan, ada tiga persyaratan yang wajib dipenuhi perusahaan untuk mengekspor nikel. Syarat ini antara lain, kuota ekspor, kadar nikel sebesar 1,7 persen, dan perkembangan pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter). 

Saat ini, dia membeberkan, terdapat sembilan perusahaan yang sudah memenuhi persyaratan dan dapat mengekspor bijih nikel. "Kita cek 11. Sembilan perusahaan sudah oke bisa ekspor lagi," ucap Heru.

Berdasarkan surat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bernomor ND 1076/BC/2019 menyebut, sembilan perusahaan yang lolos untuk mengekspor telah memenuhi Permen ESDM Nomor 11 Tahun 2019.

Sembilan perusahaan tersebut, yaitu PT Macika Mada Madana, PT Aneka Tambang Tbk, PT Rohul Energi Indonesia, PT Sinar Jaya Sultra Utama, dan PT Wana Tiara Persada. Kemudian, PT Trimegah Bangun Persada, PT Gane Permai Sentosa, PT Tekindo Energi, dan PT Gebe Sentra Nickel.

Editor : Ranto Rajagukguk