Mentan Pantau Optimasi Lahan Sawah Pasang Surut di Banyuasin

Ranto Rajagukguk ยท Jumat, 07 Desember 2018 - 21:55 WIB
Mentan Pantau Optimasi Lahan Sawah Pasang Surut di Banyuasin

Menteri Pertanian Amran Sulaiman meninjau optimasi lahan sawah di Kabupaten Banyuasin. (Foto: Kementerian Pertanian)

BANYUASIN, iNews.id - Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyambangi Desa Telang Rejo, Kecamatan Muara Talang, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan guna memantau optimasi lahan sawah pasang surut. Saat berada di lokasi, Amran melihat pekerjaan optimasi lahan sudah masuk tahap galian aliran irigasi.
 
Saluran ini dibuat untuk mengontrol kebutuhan air di lahan, yang kelebihan air saat pasang dan kekurangan air saat surut.

"Saya sudah melihat potensi di sini. Kita enggak banyak pidato, jangan banyak diskusi, langsung kerja. Begitu escavator sampai, langsung kerja. Kalau hasilnya bagus dan cepat, kita kirim lagi," ujar Amran dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/12/2018).

Amran menyampaikan, Kementerian Pertanian (Kementan) sudah mengirim sebanyak 20 escavator dari Jakarta, untuk mengerjakan optimasi lahan di Desa Telang Rejo. Escavator senilai Rp3 miliar per unit itu, diperkirakan akan tiba dalam dua pekan ke depan.

"Ini akan besar-besaran, kita akan buat pertanian modern di sini. Tolong masyarakat kami titip alat ini, karena Banyuasin menjadi prioritas se-Indonesia. Ada dua selatan yg jadi prioritas, Kalsel dan Sumsel," kata Amran.

Untuk tahap awal, proyek optimasi lahan rawa pasang surut dalam program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) akan difasilitasi pemerintah pusat. Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Sumarjo Gatot Irianto menyampaikan, dukungan diberikan untuk tahun pertama.

Setelah itu akan bertahap dikelola secara mandiri melalui mekanisme usaha bersama kelompok petani dan gabungan kelompok petani (poktan dan gapoktan). Kemudian di tahun berikutnya terus bertransformasi menjadi korporasi.

"Pengembangan usaha bersama poktan/gapoktan dengan skala 5.000 hektare ini, adalah cikal bakal menjadi PT sehingga dikelola secara profesional," ujar Gatot.

Fasilitas yang diberikan di antaranya berupa Escavator besar dan kecil, traktor roda empat, RMU (mesin penggiling padi), pompa air untuk irigasi, benih hingga pupuk

"Pemerintah daerah tinggal siapkan sedikit saja. Bahan bakar untuk alsintan dan alat berat, operator, dan narik listrik untuk menghidupkan pompa. Pompanya dari kami. Modalnya sedikit listrik, operator," ujar Gatot.


Editor : Haryo Jati Waseso