Menteri Basuki Sebut 3 Negara Bantu Pembangunan Ibu Kota Baru

Muhammad Aulia ยท Jumat, 03 Januari 2020 - 15:08 WIB
Menteri Basuki Sebut 3 Negara Bantu Pembangunan Ibu Kota Baru

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah berencana mengundang konsultan dari luar negeri untuk membantu pembangunan ibu kota negara (IKN) baru di Kalimantan Timur (Kaltim). Konsultan ini dibutuhkan untuk menyempurnakan desain IKN baru.

"Beliau (Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan) menyampaikan ada beberapa konsultan asing yang ditugasi oleh negaranya untuk bisa membantu Indonesia," ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono di Jakarta, Jumat (3/1/2020).

Basuki menginfokan, negara-negara yang berminat untuk membantu Indonesia dengan mengirimkan konsultannya adalah Amerika Serikat (AS), China, dan Jepang. Nantinya, konsultan asing dari tiga negara tersebut akan membantu menyempurnakan aspek desain dari IKN baru.

Adapun gagasan melibatkan konsultan asing ini baru diajukan pertama kali oleh Luhut. Hal ini mengingat Luhut baru mulai dilibatkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam proses perencanaan pembangunan IKN baru.

"Hari ini, karena Pak Menko (Luhut) belum ikut rapat sebelum penetapan, beliau ingin tahu kayak apa itu (perkembangan IKN baru), lalu dijajaki apakah perlu di-improve dengan asing," kata Basuki.

Basuki menegaskan keterlibatan asing tersebut apabila benar disetujui bukanlah sebuah sayembara, melainkan sebuah hibah dari negara-negara asing tersebut. Jadi tidak akan ada mekanisme timbal balik dengan negara-negara asing tersebut.

"Bukan sayembara, karena basic design pemenang sayembara harus saya pakai karena ini Indonesianya. Kalau ada perubahan, (sifatnya) harus meningkatkan. Harus pakai ini," ujarnya.

Seperti diketahui sebelumnya, pemenang sayembara desain IKN baru jatuh kepada Nagara Rimba Nusantara rancangan Sofian Sibarani. Untuk mewujudkan rancangannya tersebut, pemerintah telah menyiapkan sumber pendanaannya mulai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan juga skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Nantinya, sumber pendanaan tersebut akan dimanfaatkan untuk membangun berbagai fasilitas umum di IKN baru seperti infrastruktur jalan, sanitasi, bendungan, hingga fasilitas air bersih. Adapun Menteri Basuki mewacanakan proyek pembangunan IKN baru akan dimulai pada akhir tahun 2020.

"Jadwalnya akhir kuartal keempat (2020)," tuturnya.


Editor : Ranto Rajagukguk