Menteri Energi Saudi Pastikan OPEC Tetap Pangkas Produksi Minyak

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Minggu, 17 Maret 2019 - 19:03 WIB
Menteri Energi Saudi Pastikan OPEC Tetap Pangkas Produksi Minyak

OPEC berkomitmen tetap melanjutkan pemangkasan produksi untuk menstabilkan harga minyak di pasar. (Foto: Reuters)

BAKU, iNews.id - Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih optimistis tentang komitmen yang berkelanjutan terhadap perjanjian pemangkasan pasokan minyak antara negara-negara pengeksor minyak (OPEC) dan sekutu lainnya, seperti Rusia atau dikenal OPEC+.

"Saya jelas-jelas optimis bahwa implementasi perjanjian OPEC+ kami akan membaik, itu sudah kuat berdasarkan standar historis," kata Khalid al-Falih di sela-sela pertemuan komite pengawasan bersama menteri di Baku, Minggu (17/3/2019) dikutip dari Reuters.

Dia menambahkan, implementasi pemotongan produksi dari anggota OPEC pada awal tahun ini memang terlihat lebih kecil dibanding periode yang sama tahun lalu dan 2017. Tapi, pihaknya optimistis sejumlah anggota akan memaksimalkan pemangkasan produksinya dalam waktu dekat.

Arab Saudi bersama dengan produsen minyak lainnya seperti Azerbaijan akan terus bekerja sama untuk mengelola stabilitas pasar minyak, katanya.

“Kami tidak akan membiarkan ketahanan energi ditantang oleh peristiwa apa pun, tetapi pada saat yang sama kami tidak akan meninggalkan investor, dan perusahaan minyak dan gas tetap bingung tidak tahu apa yang akan terjadi besok dalam hal lingkungan yang stabil di mana investasi dapat mengalir ke sektor ini," katanya.

OPEC sebelumnya menurunkan proyeksi permintaan minyak global untuk 2019 dan memperkirakan pertumbuhan pasokan minyak non-OPEC yang kuat tahun ini dalam laporan minyak bulanan terbarunya.

Untuk 2019, permintaan minyak dunia diperkirakan tumbuh 1,24 juta barel per hari (bph), yang lebih rendah dari perkiraan pertumbuhan 1,43 juta barel per hari pada 2018, menurut laporan minyak OPEC edisi Maret.

Pertumbuhan pasokan minyak non-OPEC pada tahun ini direvisi naik 0,06 juta barel per hari menjadi 2,24 juta barel per hari. Amerika Serikat, Brasil, Rusia, Inggris, dan Australia adalah pendorong utama peningkatan produksi minyak tersebut.

"Sementara permintaan minyak diperkirakan akan tumbuh pada kecepatan moderat pada 2019, itu masih jauh di bawah perkiraan pertumbuhan yang kuat dalam proyeksi pasokan non-OPEC untuk tahun ini," kata OPEC dalam laporan bulanannya.

"Ini menyoroti tanggung jawab bersama yang berkelanjutan dari semua negara produsen yang berpartisipasi untuk menghindari kambuhnya ketidakseimbangan dan terus mendukung stabilitas pasar minyak pada 2019," OPEC menambahkan.


Editor : Ranto Rajagukguk