Minggu Pertama Januari 2019, BI Sebut Dana Asing Masuk Rp6,8 Triliun

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Jumat, 11 Januari 2019 - 15:06 WIB
Minggu Pertama Januari 2019, BI Sebut Dana Asing Masuk Rp6,8 Triliun

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo. (Foto: iNews.id/Isna Rifka Sri Rahayu)

JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) menyatakan, penguatan nilai tukar rupiah pada awal 2019 tidak terlepas dari mulai masuknya dana asing (capital inflow). Sepanjang pekan pertama Januari 2019, dana asing yang masuk mencapai Rp6,8 triliun.

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengatakan, kinerja rupiah yang baik sejak akhir tahun lalu memberikan sentimen positif bagi investasi. Dana asing mulai masuk ke pasar surat berharga negara (SBN) dan saham.

"Kalau kita lihat inflow-nya sendiri netto sampai dengan minggu pertama Rp6,8 triliun ekuivalen, masuk melalui SBN, saham, obligasi korporasi, dan SBN syariah," ujar Dody di Masjid BI, Jakarta, Jumat (11/1/2018).

Selain stabilitas kurs, sentimen positif juga datang dari meredanya gejolak global sehingga membuat investor di pasar keuangan mulai lega. Meski begitu, investor masih mengantisipasi kegagalan negosiasi perang dagang antara AS dan China.

"Dari sisi eksternal gambaran global cukup baik, trade war sendiri diantisipasi bahkan menghasilkan keputusan yang positif bagi pasar," kata dia.

Dody menambahkan, investor global juga menanti langkah bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed) yang berpotensi mengubah kebijakan. Belakangan, Gubernur The Fed Jerome Powell mempertimbangkan untuk mengendurkan kebijakan moneter ketatnya.

"Kalau kita melihat statement dari Fed cukup dovish artinya mereka masih menimbang untuk kenaikan FFR tahun depan," ucapnya.

Dody berharap, sentimen dari dalam negeri yang didukung kondisi ekonomi makro tetap positif, sehingga dana asing bisa terus mengalir ke Indonesia. Menurut dia, situasi yang positif akan menciptakan kepercayaan dan kenyamanan bagi investor untuk menaruh modalnya di Tanah Air.

"Kalau kita lihat perekonomian domestik, angka cadangan devisa yang terus membaik, angka inflasi yang turun mudah-mudahan angka pertumbuhan ekonomi di Triwulan IV 2018 nanti angkanya juga cukup baik," tuturnya.


Editor : Rahmat Fiansyah