Minimalkan Bahan Kimia Dorong Produktivitas Pertanian

Ranto Rajagukguk ยท Jumat, 22 Maret 2019 - 11:43 WIB
Minimalkan Bahan Kimia Dorong Produktivitas Pertanian

Kementerian Pertanian (Kementan) mengapresiasi para petani di Desa Balak yang telah menghasilkan padi sehat. (Foto: Kementan)

KLATEN, iNews.id – Kementerian Pertanian (Kementan) mengapresiasi para petani di Desa Balak yang telah menghasilkan padi sehat. Pasalnya, dalam pengelolaannya meminimkan penggunaan bahan kimia, sehingga dapat mengembalikan ekosistem untuk kesuburan tanah.

“Kita tahu produktivitas padi di Jawa menurun karena lahannya sudah terkontaminasi bahan kimia. Untuk itu langkah para petani di Klaten ini dalam pengelolaan lahan sudah mulai mengurangi bahan kimia perlu diterapkan di daerah lain, dan hasilnya panennnya juga memuaskan," kata Direktur Perluasan dan Perlindungan Lahan, Direktorat Sarana dan Prasarana Pertanian (PSP) Kementan Indah Megawati, Kamis (21/3/2019).

Ia menjelaskan, pemerintah berupaya menjadikan negara ini sebagai lumbung pangan internasional pada 2045. Hal ini telah dilakukan persiapan untuk mewujudkan program Presiden Joko Widodo tersebut.

“Saat ini kita fokus melakukan perlusan lahan melalui program Serasi (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani). Melalui program ini Kementan akan memanfaatkan ratusan ribuan hektar rawa yang tersebar di enam provinsi akan dimanfaatkan sebagai lahan pertanian produktif, di Kalimantan Selatan dan sulawesi selatan ditargetkan 500.000 hektare," kata Indah.

Selain itu, Kementan saat ini juga mulai menyiapkan sumber daya pertanian melalui program pemuda tani milenial, peningkatan program bantuan sarana pertanian dan peningkatan infrastruktur pertanian di Indonesia.

Sementara itu, Anggota DPR Endang Srikarti Handayani mengatakan, dengan menghadirkan Kementan dan Jasindo dengan asuransi usaha tanaman pertanian di Desa Balak ini dapat membantu kebutuhan para petani dalam rangka meningkatkan produktivitas hasil pertanian di Kabupaten Klaten.

“Sebagai wakilnya rakyat, saya tidak tinggal diam, bagaimana mempertemukan para petani dengan berbagai pihak yang terkait dengan produksi pertanian. Harapannya para petani dapat sejahtera, meningkat produksinya sehingga mampu swasembada beras, dengan demikian tidak lagi ada impor beras masuk di Soloraya," katanya.

Di samping itu, Endang juga mendorong adanya regenerasi petani agar lebih produktif dalam melakukan pengolahan lahan pertanian sehingga produksinya lebih maksimal.


Editor : Ranto Rajagukguk