Mobil Indonesia Dijegal Filipina, Mendag Lutfi Sampaikan Surat Keberatan

Rina Anggraeni ยท Kamis, 14 Januari 2021 - 20:48:00 WIB
Mobil Indonesia Dijegal Filipina, Mendag Lutfi Sampaikan Surat Keberatan
Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah Indonesia bereaksi atas langkah Filipina yang menerapkan bea masuk tindakan pengamanan sementara (BMTPS) atas mobil impor. Filipina diminta untuk menerapkan kebijakan secara matang.

Menteri Perdagangan, M Lutfi menilai, pemerintah Filipina harus menunjukkan bukti yang kuat atas asumsi kerugian yang diderita industri otomotif domestik akibat mobil impor.

"Pengenaan BMTPS tersebut harus didasari bukti empiris yang kuat bahwa industri domestik Filipina mengalami kerugian serius akibat barang impor yang salah satunya berasal dari Indonesia," kata Lutfi, Kamis (14/1/2021).

Pemerintah Filipina sebelumnya mengenakan tarif BMTPS atas mobil impor sebesar 70.000 peso (Rp20 juta) untuk mobil penumpang dan 110.000 peso (Rp32 juta) untuk kendaraan niaga. Kebijakan itu dinilai merugikan Indonesia, Thailand, dan Korea Selatan yang selama ini mengisi pasar mobil di Filipina.

Menurut Mendag, industri otomotif di Indonesia saat ini berkembang pesat, termasuk menjadi salah satu produk andalan ekspor nasional. Dia kembali menegaskan, tarif BMTPS seharusnya digunakan untuk hal-hal yang darurat.

"Instrumen ini pada dasarnya hanya dapat digunakan sebagai tindakan pengamanan darurat pada lonjakan impor, yang diakibatkan hal-hal yang tidak terduga dan mengakibatkan kerugian serius pada industri domestik," ucapnya.

Editor : Rahmat Fiansyah