Musim Kemarau, Kementan Aktif Sosialisasikan Asuransi Usaha Tani Padi

Ranto Rajagukguk · Senin, 19 Agustus 2019 - 21:04 WIB
Musim Kemarau, Kementan Aktif Sosialisasikan Asuransi Usaha Tani Padi

Petani tak perlu khawatir gagal panen di musim kemarau karena pemerintah telah memfasilitasi dengan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Kemarau di sejumlah daerah Indonesia yang terjadi saat ini memang menjadi ancaman tersendiri bagi petani. Kini, petani tak perlu khawatir karena pemerintah telah memfasilitasi dengan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). 

Namun, musim kemarau yang menyebabkan lahan petani kekeringan menjadi momentum meningkatkan sosialisasi Asuransi Pertanian. Dengan adanya AUTP, petani yang terkena musibah banjir dan kekeringan bisa mendapatkan ganti rugi. Dengan membayar premi hanya Rp36.000/ha/musim, petani yang sawahnya terkena bencana banjir, kekeringan dan serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dapat klaim (ganti) Rp6 juta/ha.

“AUTP ini akan terus kami sosialisaikan ke petani. Karena ini menjadi bentuk perlindungan kepada mereka dan saat ini sudah banyak petani yang menjadi anggota AUTP,” kata Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian (PSP) Sarwo Edhy di Jakarta, Senin (19/8/2019).

Dalam program asuransi pertanian, pada 2019 pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp163,2 miliar. Anggaran tersebut terdiri dari Rp144 miliar untuk AUTP dan Rp19,2 miliar untuk AUTS/AUTK. Besaran premi Rp180.000/ha.

Dari jumlah premi tersebut petani hanya diwajibkan membayar sebesar 20 persen atau Rp36.000/ha, sedangkan 80 persen sisanya atau Rp144.000 disubsidi pemerintah. Dengan klaim yang dapat diterima oleh petani sebesar Rp 6 juta/ha.

Untuk AUTS dan AUTK, besaran premi ditetapkan Rp200.000/ekor. Jumlah tersebut terdiri atas premi swadaya sebesar 20 persen atau Rp 40 ribu/ekor. Sedangkan 80 persen sisanya atau Rp160.000/ekor merupakan premi subsidi. Nilai pertanggungan ditetapkan sebesar Rp10 juta/ekor.

Direktur Pembiayaan Pertanian Ditjen PSP Kementan Indah Megahwati mengakui, target AUTP memang belum tercapai. Hingga kini baru terealisasi 290.211,96 ha atau 29,02 persen. Sementara itu, untuk AUTS/AUTK pada 2019, ditargetkan menjangkau 120.000 ekor. Dari target tersebut baru terealisasi 14.219 ekor.

Menurut Indah, hal tersebut terjadi karena beberapa faktor, salah satunya adalah sosialisasi yang belum maksimal. Untuk menggenjot peserta AUTP, Kementerian Pertanian telah menyiapkan strategi. “Target saya dalam dua bulan ini menyelesaikan asuransi AUTP dan AUTS bisa mencapai 90 persen di September. Kita akan jemput bola, dengan paralel melakukan kegiatan terutama di tiga Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah,” ujar Indah.


Editor : Ranto Rajagukguk