OJK dan Swasta Dorong Peningkatan Literasi Keuangan Ibu-Ibu

Ranto Rajagukguk ยท Sabtu, 07 September 2019 - 17:02 WIB
OJK dan Swasta Dorong Peningkatan Literasi Keuangan Ibu-Ibu

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berupaya meningkatkan literasi keuangan ibu-ibu karena memiliki peranan penting dalam roda ekonomi dan keuangan. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan ibu dan perempuan adalah critical economic player yang memiliki peranan penting dalam roda ekonomi dan keuangan. Peranan ini tidak hanya bagi keluarganya, tapi juga di tingkat komunitas bahkan tingkat makro ekonomi nasional. 

Deputi Direktur Edukasi OJK Jalius mengatakan, tingkat literasi dan inklusi keuangan di kalangan para ibu dan perempuan Indonesia masih rendah. Menurut survei nasional OJK di tahun 2016 tingkat literasi dan inklusi perempuan Indonesia hanya mencapai 22,5 persen dan 66,2 persen, lebih rendah dibandingkan dengan tingkat literasi dan inklusi laki-laki di angka 33,2 persen dan 69,6 persen. 

“Untuk itu, OJK terus gencar menggandeng pelaku usaha jasa keuangan untuk mendorong literasi dan inklusi keuangan yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat Indonesia tentang dasar-dasar pengelolaan keuangan dan pentingnya pengelolaan keuangan yang baik, kata dia dalam keterangannya, Sabtu (7/9/2019).

OJK memiliki target untuk meningkatkan tingkat inklusi keuangan hingga 75 persen pada akhir 2019. Salah satu pelaku usaha jasa keuangan yang terus konsisten dalam mendukung upaya OJK untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan khususnya bagi para ibu dan perempuan adalah Narada Asset Management (NAM) dengan menggelar acara Ibu Cerdas Keuangan 2019. NAM kembali menggelar pelatihan dan program literasi keuangan serupa yang kali ini bekerja sama dengan PKK Kotamadya Jakarta Timur. 

Dia menyatakan, pihaknya mendukung langkah NAM dalam memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat luas karena sejalan dengan tugas OJK dalam memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat luas. 

“Apa yang dilakukan oleh Narada adalah wujud nyata dari partisipasi industri jasa keuangan dalam hal edukasi keuangan dan sejalan dengan langkah strategis OJK yang selama ini terus terarah dan berkesinambungan memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan kepada komunitas-komunitas di Indonesia. Kami dari OJK berharap, program Narada ini dapat terus dilakukan kepada masyarakat,” tutur Jalius.

Chief Marketing Officer (CMO) Narada Asset Management N Anie Puspitasari, menyatakan program dan pelatihan ini akan dijalankan berkesinambungan dalam rangka mendukung upaya OJK dan pemerintah untuk mencetak ibu-ibu yang melek dan cerdas keuangan. 

“Program ini adalah program jangka panjang dari kami untuk mendukung upaya pemerintah dan OJK untuk mendorong literasi dan inklusi keuangan. Dan disini Narada berfokus pada kaum ibu dan perempuan karena . Di era modern saat ini peranan perempuan sangat penting. Tidak hanya di tingkat keluarga dan komunitas, tapi juga di sebagai pelaku bisnis, pemimpin perusahaan, hingga ke tingkat perekonomian nasional,” kata Anie.


Editor : Ranto Rajagukguk