Omnisbus Law Dituding Pro Asing, Ini Penjelasan Menaker

Michelle Natalia ยท Kamis, 08 Oktober 2020 - 18:10 WIB
Omnisbus Law Dituding Pro Asing, Ini Penjelasan Menaker

Menaker Ida Fauziyah menanggapi persepsi masyarakat terkait Omnibus Law atau Undang Undang Cipta Kerja yang dinilai lebih ramah kepada investasi dan tenaga kerja asing. (Foto: Sindonews)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menanggapi persepsi masyarakat terkait Omnibus Law atau Undang Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) yang dinilai lebih ramah kepada investasi dan tenaga kerja asing. Menurutnya, UU ini berperan penting dalam meningkatkan daya saing Indonesia dan para tenaga kerja lokal.

"Pertama, kita sedang berada dalam lingkungan kompetisi yang sengit. Kita harus membuat Indonesia memiliki iklim investasi kondusif," ujar Ida, dalam Sosialisasi RUU Cipta Kerja secara virtual di Jakarta, Kamis (8/10/2020).

Dia menyebutkan, iklim yang kondusif ini penting untuk memastikan investasi asing masuk ke Indonesia. "Jadi, kalau iklimnya tidak kondusif, boro-boro negara lain mau berinvestasi ke Indonesia. Negara-negara yang tadinya sudah masuk malah nanti ke luar," kata Ida.

Secara paralel, Menaker juga sudah meningkatkan kompetensi karena Indonesia masih memiliki beban meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia. "Jadi, UU ini menjawab dua hal itu. Kita berharap kita tidak terjebak dalam middle income trap. Kita juga harus berkaca pada turunnya pertumbuhan ekonomi kita di kuartal II lalu," ujarnya.

Ida mengatakan, turunnya pertumbuhan ekonomi menjadi tantangan kuat bagi Indonesia meskipun penurunannya tidak sedalam negara lain. "Jadi, saya bersyukur pemerintah merancang UU ini, dan juga respons positif DPR terhadap pengesahan UU ini untuk menjawab urgensi yang ada," katanya.

Editor : Dani Dahwilani