Pagu Anggaran 45,66 Triliun, Menhub Kebut Bangun Infrastruktur dan Konektivitas

Michelle Natalia ยท Selasa, 22 September 2020 - 14:21 WIB
Pagu Anggaran 45,66 Triliun, Menhub Kebut Bangun Infrastruktur dan Konektivitas

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi. (Foto: Ant)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengajukan pagu anggaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk tahun 2021 sebesar Rp45,66 triliun. Anggaran tersebut tidak mengalami perubahan sesuai keputusan rapat terkait rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2021 sebelumnya pada tanggal 16 September 2020.

"Dari pagu anggaran tersebut, kami memiliki beberapa kegiatan yang berada dalam kategori high priority atau prioritas tinggi," ujar Budi dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta, Selasa (22/9/2020). 

Sebanyak empat program telah disiapkan untuk mengalokasikan pagu anggaran tersebut. "Untuk program pembangunan infrastruktur dan konektivitas dialokasikan sebesar Rp33,9 triliun, atau sebesar 74,36 persen. Kemudian dukungan manajemen sebesar Rp9,5 triliun atau 20,81 persen," tutur Budi.

Diikuti dengan program riset dan inovasi IPTEK sebesar Rp112 miliar (0,25 persen) dan program pendidikan dan pelatihan vokasi sebesar Rp2 triliun (4,59 persen).

Selain itu, Budi juga menjawab salah satu keinginan komisi V DPR, yaitu memprioritaskan program padat karya. Dia memastikan program tersebut telah disiapkan anggarannya sebagai salah satu prioritas.

"Memang harusnya kita memprioritaskan program padat karya dan juga pemulihan sektor riil, yang akan saya dan kita lakukan agar dana pembangunan ini dirasakan oleh masyarakat," ucapnya.

Dia melanjutkan, kegiatan-kegiatan tersebut harus memenuhi kriteria kesiapan, antara lain kegiatan baru, kegiatan lanjutan dan rehabilitasi sarana serta prasarana. 

"Untuk memaksimalkan alokasi anggaran, kami juga mengalokasikan dananya ke ke beberapa unit kerja dengan rincian Sekretariat Jenderal Rp716 miliar, Itjen Rp121 miliar, Ditjen Darat Rp7,6 triliun, Ditjen Laut Rp11,4 triliun, Ditjen Udara 10,5 triliun, Ditjen Kereta Api Rp11,1 triliun, BPSDM Rp3,5 triliun dan BPTJ Rp350 miliar," tuturnya.

Editor : Ranto Rajagukguk