Pandemi Covid-19, Wamenkeu Akui Keringanan Pajak Tak Optimal

Michelle Natalia ยท Kamis, 01 Oktober 2020 - 19:30 WIB
Pandemi Covid-19, Wamenkeu Akui Keringanan Pajak Tak Optimal

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah tengah fokus dalam menangani pandemi Covid-19. Selain melindungi kesehatan dan keselamatan jiwa banyak orang, di saat yang sama juga harus memastikan daya beli dan perlindungan sosial tetap terjaga.

"Kami juga mendukung sektor bisnis kami. Seperti yang dilakukan negara lain, kami memberikan banyak insentif fiskal, salah satunya keringanan pajak ke sektor bisnis dan individu," ujar Suahasil dalam Webinar "Tax Challenges and Reforms to Finance The Covid-19 Recovery and Beyond" di Jakarta, Kamis (1/10/2020).

Di Indonesia, pemerintah sudah memberikan sebesar 0,5-0,7 persen dari produk domestik bruto (PDB) untuk keringanan pajak. "Tentu saja ekonomi tertekan karena aktivitas ekonomi banyak yang terhambat. Jadi mungkin keringanan pajak ini tidak akan optimal," ujarnya.

Kendati demikian, Suahasil mengakui rasio pajak terhadap PDB rendah. Hal itu menjadi kendala bagi pemerintah. 

"Dalam jangka menengah, kami harus memastikan konsolidasi fiskal bisa terjaga. Jika defisit tahun ini 6,3 persen dari PDB, tahun depan kami menargetkan 5,7 persen defisit dari GDP. Tapi di jangka menengah 2023, kami menargetkan defisit harus kembali dibawah 3 persen. Di titik itu, kita harus punya konsolidasi fiskal," tuturnya.

Rasio pajak ke PDB yang rendah dan kebutuhan akan konsolidasi fiskal yang terjaga menjadi alasan penting untuk menyusun reformasi kebijakan perpajakan dan administrasi pajak yang baik. Data dari tahun 2016 sampai 2018 menunjukkan, Indonesia memiliki komunikasi publik yang baik terkait insentif fiskal dengan terus memberikan laporan publik atas pengeluaran pajak. 

"Laporan tahun 2019 akan segera keluar dan untuk 2020, siap siap laporannya akan cukup besar. Saya berharap tradisi pembuatan laporan ini terus dijalankan sebagai bentuk akuntabilitas publik," tutur Suahasil.

Editor : Ranto Rajagukguk