Pangkas Suku Bunga Acuan, Gubernur BI Bantah Ikuti The Fed

Rully Ramli ยท Kamis, 19 September 2019 - 17:14:00 WIB
Pangkas Suku Bunga Acuan, Gubernur BI Bantah Ikuti The Fed
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (7DRRR) sebesar 25 basis poin (bps) atau 0,25 persen ke level 5,25 persen. Kebijakan ini diambil setelah beberapa jam sebelumnya bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve, juga memangkas Federal Funds Rate (FFR) sebesar 25 bps menjadi 1,75-2 persen.

Meskipun demikian, Gubernur BI Perry Warjiyo membantah bahwa pihaknya melakukan pemangkasan mengikuti keputusan The Fed

Ia menjelaskan, dalam pembahasan Rapat Dewan Gubernur 18-19 September 2019, BI sudah memproyeksikan bahwa bank sentral AS akan melakukan pemangkasan. Dengan demikian, BI sudah memperhitungkannya terlebih dahulu sebelum pengumuman FFR dibacakan Ketua The Fed, Jerome Powell.

"Apakah ada kaitannya dengan Fed Fund Rate tadi malam? Tidak ada. Karena sebelumnya kita sudah memperkirakan penurunan Fed Fund Rate. Itu sudah dalam perkiraan-perkiraan yang ada," ujarnya di Gedung Thamrin BI, Jakarta, Kamis (19/9/2019).

Perry memastikan penurunan suku bunga acuan ini didasari oleh tiga pertimbangan utama. Pertama adalah tekanan dalam negeri yang relatif minim, dalam hal ini inflasi.

Kemudian keseimbangan eksternal yang ditunjukan dengan kondisi neraca pembayaran yang terus membaik. Selanjutnya adanya kebutuhan untuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan moneter.

"Kebijakan tersebut (penurunan suku bunga) konsisten dengan prakiraan inflasi yang tetap rendah di bawah titik tengah sasaran dan imbal hasil investasi aset keuangan domestik yang tetap menarik, serta sebagai langkah pre-emptive untuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi domestik di tengah kondisi ekonomi global yang melambat," tuturnya.

Ke depan, Perry menekankan, pihaknya akan melanjutkan bauran kebijakan yang akomodatif seiring terjaganya stabilitas nasional dan kebutuhan mendorong momentum pertumbuhan ekonomi. 

"BI punya sejumlah instrumen. Bisa suku bunga, GWM (Giro Wajib Minimum), makroprudensial, pendalaman pasar, sistem pembayaran, maupun yang lain-lain," ucapnya.

Editor : Ranto Rajagukguk

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda