Para Menteri APEC Kerja Sama Reformasi Struktural Dukung Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi

Suparjo Ramalan · Rabu, 16 Juni 2021 - 16:57:00 WIB
Para Menteri APEC Kerja Sama Reformasi Struktural Dukung Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat menghadiri APEC Structural Reform Ministerial Meeting (SRMM) secara virtual. Foto: Ist

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah bertekad mengimplementasikan prinsip-prinsip pembangunan inklusif berkelanjutan dan menggunakan krisis sebagai momentum untuk melakukan reformasi struktural secara komprehensif. Sejalan dengan itu, Indonesia dan APEC bekerja sama melakukan reformasi struktural demi mendukung pemulihan ekonomi pasca pandemi

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri APEC Structural Reform Ministerial Meeting (SRMM)/Pertemuan Tingkat Menteri Reformasi Struktural APEC ke-3 yang digelar secara virtual pada Rabu (16/06) di Jakarta. Pertemuan yang dipimpin oleh Hon. David Clark, Minister of Commerce and Consumer Affairs New Zealand ini dihadiri oleh perwakilan dari 21 negara anggota APEC.

"Forum bertujuan untuk melakukan review Agenda Reformasi Struktural APEC tahun 2015-2020 dan mendukung agenda 5 tahun ke depan. Dalam pertemuan ini, saya beserta para Menteri APEC lainnya telah menyepakati untuk bekerja sama dalam Agenda Reformasi Struktural baru yang mendukung pemulihan ekonomi pasca pandemi dan mendorong reformasi yang berfokus pada pertumbuhan inklusif, kuat, berkelanjutan, dan ramah inovasi,” kata dia, Rabu (16/6/2021).

Agenda reformasi struktural APEC, meliputi upaya-upaya peningkatan efisiensi birokrasi, kemudahan berusaha, peningkatan kepastian hukum, peningkatan kualitas regulasi, dan hal-hal terkait lainnya yang diidentifikasi sebagai hambatan-hambatan struktural yang selama ini menjadi salah satu faktor utama high-cost economy, serta berimplikasi pada rendahnya daya saing satu ekonomi dalam perdagangan dan investasi.

Pemerintah Indonesia berkomitmen mendukung empat pilar Reformasi Struktural 5 tahun ke depan (2021-2025), yaitu Creating an enabling environment for open, transparent, and competitive markets;  Boosting business recovery and resilience against future shocks; Ensuring that all groups in society have equal access to opportunities for more inclusive, sustainable growth, and greater well‐being; dan Harnessing innovation, new technology, and skills development to boost productivity and digitalization.

Pandemi Covid-19 merupakan momentum untuk melakukan reformasi struktural yang menyeluruh bagi perekonomian Indonesia yang diwujudkan melalui roadmap pembangunan ekonomi yang lebih hijau, lebih cerdas, lebih produktif, dan berkeadilan. Pertumbuhan berkelanjutan merupakan kunci dalam pemulihan ekonomi paska pandemi Covid-19 dan pertumbuhan inklusif berkelanjutan dapat dicapai melalui programprogram green economy,” tutur Airlangga.

Editor : Jujuk Ernawati

Halaman : 1 2